Waspada
Waspada » OMS Perlu Bersatu Lawan Virus Covid-19
Medan

OMS Perlu Bersatu Lawan Virus Covid-19

KETUA Forum Komunikasi Partisipasi Publik untuk kesejahteraan Perempuan dan Anak (FK PUSPA) Misran Lubis. OMS perlu bersatu lawan virus Covid-19. Waspada/Ist
KETUA Forum Komunikasi Partisipasi Publik untuk kesejahteraan Perempuan dan Anak (FK PUSPA) Misran Lubis. OMS perlu bersatu lawan virus Covid-19. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Organisasi Masyarakat Sipil atau OMS perlu bersatu lawan virus Covid-19, yang kini penyebarannya sudah semakin meluas.

Semua elemen, terutama OMS perlu bersatu lawan virus Covid-19, yang juga telah menyebabkan terhentinya aktivitasaktivitas sosial masyarakat dan ekonomi.

Hal ini disampaikan Ketua Forum Komunikasi Partisipasi Publik untuk kesejahteraan Perempuan dan Anak (FK PUSPA) Misran Lubis (foto), di Medan, Minggu (5/4).

Menurut penggiat OMS Nasional ini, virus Corona Disease 19 (Covid 19) yang masih bagian dari kelurga besar virus besar virus yang ditemukan pada hewan dan manusia.

Namun dampak dari penyebaran sudah sedemikian massif, sehingga menyebabkan masyarakat harus tetap berada di rumah.

Kata dia, dalam jangka pendek maupun jangka panjang, dampak sosial dan ekonomi akan mempengaruhi kehidupan masyarakat.

Tidak ada yang mampu memprediksi kapan situasi ini akan berakhir, meskipun pemerintah menetapkan status bencana nasional hingga 29 Mei 2020.

Namun situasi tidak dapat diprediksi akan berakhir dan bentuknya seperti apa.

Di tengah upaya pemerintah dan para pihak untuk menangani pasien-pasien yang terpapar baik status ODP, PDP, suspect dan positif Corona, serta upaya memutus rantai penularan, muncul beragam reaksi masyarakat.

Kelompok masyarakat urban tetap berbondong-bondong pulang kampung, pedagang-pedagang kecil tetap beraktifitas keliling menjual dagangan

Anjuran menjaga kontak fisik tidak benar-benar efektif terjadi di masyarakat.

Situasi ini tentu sangat mengkhawatiran semua pihak terhadap upaya memutus rantai penyebaran virus Covid-19.

“Maka keterlibatan kita dalam hal ini perlu juga menggiatkan OMS atau LSM mendirikan rumah relawan sekaligus menjadi alternatif pusat informasi terkait Covid-19,” katanya.

Sumber Pengumpulan Data

Dijelaskan Misran, OMS dengan jaringan yang sangat luas di tingkat nasional hingga akar rumput, sangat strategis sebagai sumber pengumpulan data dan informasi alternatif.

Pusat dan Informasi ini dapat diakses secara publik, secara online dan secara khusus melalui jaringan OMS yang terkoordinasi dan terstruktur.

OMS dapat mengambil peran mengisi gap layanan dan kebutuhan publik selama masa berlangsungnya wabah COVID-19 dan mitigasi dampak jangka panjang.

Di tengah minimnya edukasi tentang pencegahan Covid-19 di masyarakat akar rumput dan simpang siurnya data dampak sosial dan ekonomi masyarakat, maka peran ini dapat dilakukan OMS.

Pusat dan Informasi juga menjadi bagian untuk mengawal pelaksanaan kebijakan dan program-program pemerintah dalam penanganan Covid-19, dari tingkat pusat hingga tingkat desa.

Hal lain kata Misran perlu aksi cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar terutama masalah pangan, fasilitas kebersihan, dan kebutuhan-kebutuhan dasar yang mendesak untuk masyarakat terdampak.

Baik di kota maupun desa, dan kelompok-kelompok khusus seperti anak-anak, disabilitas, lanjut usia, dan mereka yang terlantar.

Juga masyarakat padat penduduk dengan kondisi lingkungan menyuitkan untuk melaksanakan social distancing, maka dibutuhkan penyediaan tampungan sementara dalam masa self-isolation atau social distance.

“Aksi ini dapat dilakukan secara berjejaring multi-pihak, tidak hanya OMS namun juga mengajak keteribatan para dermawan dan sektor bisnis,” ungkapnya.(m37)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2