Waspada
Waspada » Oknum Polisi Pengantar Sabu Divonis 102 Bulan Penjara
Medan

Oknum Polisi Pengantar Sabu Divonis 102 Bulan Penjara

SUASANA persidangan terdakwa di Ruang Sidang Cakra IX PN Medan. Oknum Polisi dari Polrestabes Medan, Ade Saputra Ginting divonis 102 bulan penjara oleh majelis hakim. Waspada/Rama Andriawan.
SUASANA persidangan terdakwa di Ruang Sidang Cakra IX PN Medan. Oknum Polisi dari Polrestabes Medan, Ade Saputra Ginting divonis 102 bulan penjara oleh majelis hakim. Waspada/Rama Andriawan.

MEDAN (Waspada): Oknum Polisi dari Polrestabes Medan, Ade Saputra Ginting divonis dengan hukuman 8 tahun 6 bulan penjara (102 bulan) oleh majelis hakim. Ia bersalah karena menjadi kurir/pengantar sabu ke seorang tahanan Polrestabes Medan. Perbuatan itu diketahui sudah 3 kali dilakukannya.

“Mengadili, menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Ade Saputra Ginting dengan pidana penjara selama 8 tahun 6 bulan,” kata majelis hakim diketuai Denny Lumban Tobing dalam sidang di Ruang Cakra IX Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (2/1).

ia terbukti bersalah mengantarkan sabu seberat 9,42 gram ke Ruang Tahanan Polisi (RTP) Polrestabes Medan. Selain pidana penjara, majelis hakim juga membebankan terdakwa dengan membayar denda Rp1 miliar dengan ketentuan apabila tidak dibayarkan digantikan pidana penjara selama 6 bulan.

Majelis hakim sependapat dengan JaksaSri Delyanti bahwa perbuatan warga Jl. Medan-Binjai Km 15 Diski, Desa Sei Semayang, Kec. Sunggal, Kab. Deliserdang ini terbukti bersalah melanggar pasal 114 (1) Jo Pasal 132 (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Hakim dalam amar putusan menyebutkan, hal yang memberatkan, karena terdakwa merupakan aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi contoh kepada masyarakat dan tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika.

“Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya dan bersikap sopan selama persidangan,” sebutnya.

Atas putusan itu, terdakwa maupun jaksa Sri Delyanti menyatakan pikir-pikir. Putusan majelis hakim sama (conform) dengan tuntutan jaksa Sri Delyanti yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 8 tahun dan 6 bulan.

Nasi Titipan

Sebelumnya, dalam dakwaan jaksa dijelaskan, perkara terdakwa Ade Saputra Ginting berawal pada Juni 2020 sekira pukul 10.00, saat berada Kantor Polrestabes Medan dihubungi Boy Zulkarnaen (berkas terpisah), meminta terdakwa Ade Saputra mengambil nasi titipan miliknya di depan Kantor Polrestabes.

“Sekira pukul 11.00, terdakwa dihubungi kembali oleh Boy dan mengatakan bahwa kakaknya yang mengantarkan nasi sudah di depan kantor,” kata jaksa.

Kemudian, terdakwa pergi ke depan kantor dan menemui Lina (DPO). Setelah bertemu, ia menyerahkan sebuah bungkusan makanan yang di dalamnya berisi narkotika jenis sabu.

“Terdakwa membawa bungkusan tersebut ke dalam Kantor Polrestabes lewat pintu depan akan tetapi terdakwa tidak melaporkan titipan tersebut kepada petugas piket depan, kemudian sekitar pukul 11.30, setelah berada di piket RTP Polrestabes Medan, terdakwa lewat dari belakang piket,” jelas jaksa.

Namun, lanjut jaksa, petugas piket yakni Nurdiansyah dan Rejeki Banurea ketika itu melihat terdakwa dan mengatakan agar titipan tersebut diperiksa dulu, sehingga terdakwa merasa takut dan meletakkan bungkusan berisi sabu tersebut di bangku dan mengatakan bahwa bungkusan itu barang titipan untuk Boy Zulkarnaen yang merupakan tahanan di blok C.

“Melihat bungkusan tersebut, saksi Nurdiansyah dan Rejeki Banurea curiga, lalu melakukan pemeriksaan dan membuka bungkusan tersebut yang ternyata bungkusan tersebut berisi biskuit bermerk Gery sebanyak 2 bungkus yang berisi plastik klip tembus pandang berisi sabu 2 bungkus dengan Berat 9,42 gram,” urai jaksa.

Selanjutnya, mengetahui hal tersebut, mereka melaporkannya kepada pimpinannya, lalu sekira pukul 12.00, petugas Sat Resnarkoba yaitu saksi Meydianta memanggil tahanan saksi Boy Zulkarnaen yang berada di Sel Blok C, lalu memperlihatkan dan mempertanyakan bungkusan makanan berisi sabu.

Boy mengaku, sabu tersebut memang miliknya, dan dia menugaskan terdakwa Ade Saputra Ginting untuk membawa sabu tersebut. Kemudian petugas Provos membawa terdakwa ke piket RTP Polrestabes.

“Terdakwa juga mengakui bahwa sebelumnya Boy meneleponnya dan minta tolong ambilkan bungkusan bungkusan tersebut, untuk diserahkan kepada Boy dan sabu tersebut sengaja dimasukkan ke dalam bungkusan makanan agar bebas dari pemeriksaan petugas piket dan perbuatan yang sama sudah dilakukannya beberapa kali pada beberapa waktu sebelumnya,” pungkas jaksa.(m32)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2