Waspada
Waspada » Oknum Polisi Banyak Melanggar HAM
Medan

Oknum Polisi Banyak Melanggar HAM

Wakil Direktur LBH Medan Irvan Sahputra (tengah) saat memaparan catatan akhir tahun LBH Medan, di kantornya, Selasa (31/12).Waspada/Rama Andriawan

MEDAN (Waspada) : Tahun 2019 merupakan tahun terburuk dalam penegakan demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM). Demokrasi dibungkam, pelanggaran HAM dibiarkan terus terjadi.

Dari catatan akhir tahun Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan terkait penegakan hukum dan HAM di Sumatera Utara, masih banyak ditemukan pelanggaran HAM yang dilakukan oknum kepolisian.

“LBH Medan mencatat ada sejumlah 167 kasus kekerasan yang terjadi di wilayah Sumatera Utara, dimana ini yang dilakukan oleh oknum polisi dengan korban sebanyak 223 orang,” kata Wakil Direktur LBH Medan Irvan Sahputra dalam paparan catatan akhir tahun LBH Medan, Selasa (31/12).

LBH Medan merincikan, kasus kekerasan tersebut juga meliputi tindakan kekerasan dengan penganiayaan dan penembakan dengan jumlah sebanyak 12 kasus, dengan korban mati sebanyak 13 orang.

“Kekerasan ini juga mencakup kekerasan secara fisik ataupun nonfisik. Sedangkan kondisi korban juga beragam yakni luka-luka, trauma dan dikriminalisasi, termasuk korban penangkapan dan penahanan secara sewenang-wenang,” ujarnya.

Irvan mengatakan, LBH Medan sebagai lembaga yang konsern terhadap penegakan hukum dan HAM menilai, seharusnya kepolisian di era reformasi seperti ini harus terus berbenah diri melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan aturan hukum yang berlaku dan tetap menjunjung tinggi hak azasi.

“Sehingga kepolisian diharapkan mampu mewujutkan komitmen reformasi Polri sebagaimana yang menjadi visi Kapolri yaitu Promoter dengan mengubah pendekatan keamanan dari pelayanan negara menjadi pelayanan masyarakat,” ungkapnya.

Salah satu kasus yang ditangani LBH Medan belum lama ini, yakni kasus 4 oknum polisi terdakwa pemerasan terhadap diduga tersangka narkoba yang disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Diketahui, 4 oknum polisi yang bertugas di Polsek Medan Area itu hanya divonis 6 bulan penjara oleh majelis hakim PN Medan, pada Selasa (10/12) lalu. LBH Medan menilai, putusan tersebut  merupakan putusan yang secara tidak langsung membiarkan tindakan pemerasan dan pengancaman oleh oknum Polri. (cra)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2