Waspada
Waspada » ODHA Tetap Bisa Menjalankan Ibadah Puasa
Medan

ODHA Tetap Bisa Menjalankan Ibadah Puasa

OHDA. Pasien atau Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dinyatakan tetap bisa menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan nan suci ini. Ilustrasi
OHDA. Pasien atau Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dinyatakan tetap bisa menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan nan suci ini. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Pasien atau Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dinyatakan tetap bisa menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan nan suci ini.

“Khusus untuk pasien yang mengkonsumsi ARV per 12 jam, maka jam minum obatnya dapat digeser di saat sahur dan berbuka selama di bulan Ramadhan,” kata Koordinator IMS/VCT/PDP Puskesmas Helvetia dr Renny Arfie melalui Pembina Kelompok Peduli Masyarakat (KPeMa), Samara Yudha Arfianto pada Selasa (20/4)

Dikatakannya, bahwa tidak ada halangan bagi ODHA untuk dapat menjalankan ibadah puasa asalkan kondisinya sehat.

Diakuinya, tidak mudah memang menyandang status ODHA. Virus yang menyerang system kekebalan tubuh manusia ini, masih dianggap tabu oleh masyarakat. Banyak ODHA juga masih enggan terbuka.

Bahkan juga katanya tidak mudah menerima kenyataan menjadi ODHA. Namun, kondisi itu tidak berarti membuat ODHA menjadi minder. Malah sebaliknya, harus bisa menjadi lebih baik lagi dan semakin mendekatkan diri ke Yang Maha Esa.

“Berpuasa sangat baik bagi kesehatan dan dianjurkan bagi orang orang yang juga memiliki kesehatan yang baik. Ada beberapa orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa, di antaranya orang sakit, perempuan hamil, ibu menyusui, orang tua yang memiliki kondisi lemah dan juga para musafir,” katanya.

Kondisi Kesehatan Yang Baik

ODHA yang dapat menjalankan ibadah puasa adalah mereka yang memiliki kondisi kesehatan cukup baik.

Artinya tidak mengalami penyakit atau infeksi oportunistik yang berat.

Sebelum memutuskan untuk berpuasa, ada kalanya ODHA harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter dimana dokter akan membantu anda untuk membuat keputusan dan anda juga perlu mempertimbangkan beberapa faktor.

Seperti kondisi kesehatan anda pada saat diagnosis, kesehatan anda secara keseluruhan, jumlah viral load (jumlah virus dalam darah) dan jumlah sel CD4 (sel darah putih) anda.

“Bagi mereka yang berada di masa awal pengobatan terapi ART (Anti Retroviral Terapi), disarankan untuk tidak berpuasa dahulu dikarenakan tubuh masih mencoba untuk menyesuaikan diri dengan pengobatan yang sedang anda jalani,” jelasnya.

Lanjutnya, jika anda sudah menjalani pengobatan untuk beberapa waktu dan jumlah CD4 anda baik juga hasil viral load anda yang sudah tidak lagi terdeteksi.

Serta kesehatan tubuh yang baik secara keseluruhan, maka anda dapat mempertimbangkan diri untuk berkeinginan menjalankan ibadah puasa.

“Namun, tanyalah dahulu kepada dokter apakah jenis obat yang anda gunakan dapat disesuaikan dengan jadwal puasa tanpa memiliki resiko, sehingga anda dapat meminumnya sebelum imsyak dan saat berbuka (khusus untuk ARV yang diminum per 12 jam). Namun jika anda menggunakan ARV yang diminum satu hari sekali, akan lebih mudah bagi anda untuk berpuasa,” sarannya.(cbud)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2