Normalisasi Parit Jl Karya Untuk Kepentingan Masyarakat

  • Bagikan
Anggota DPRD Medan Antonius D Tumanggor (tiga kiri) disaksikan Camat Medan Barat Rudy Faisal Lubis, menerima berkas surat ucapan terimakasih dari warga Lingkungan X, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, saat menggelar sosperda (sosialisasi peraturan daerah) No 04 Tahun 2012 Tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Medan, Sabtu (26/6). Waspada/Partono Budy
Anggota DPRD Medan Antonius D Tumanggor (tiga kiri) disaksikan Camat Medan Barat Rudy Faisal Lubis, menerima berkas surat ucapan terimakasih dari warga Lingkungan X, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, saat menggelar sosperda (sosialisasi peraturan daerah) No 04 Tahun 2012 Tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Medan, Sabtu (26/6). Waspada/Partono Budy

MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Medan Antonius D Tumanggor mengatakan, normalisasi parit yang berada di Jalan Karya dan Jalan Karya Rakyat semata dilakukan untuk kepentingan masyarakat.

Hal itu disampaikan anggota dewan dari Fraksi NasDem ini merespon ucapan yang disampaikan  warga Lingkungan X, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Sabtu (26/6) saat menggelar sosperda (sosialisasi peraturan daerah)  No 04 Tahun 2012 Tentang Sistem Kesehatan Kota Medan.

Hadir pada kegiatan Sosperda tersebut, Camat Medan Barat, Rudi F Lubis, Lurah Karya Sei Agul, Erfin, Perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Medan, Perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Medan, Shari, dan dr.Rita Silaban mewakili dinas Kesehatan Medan yang bertugas di Lab Covid-19 Jalan Kelapa Sawit (Samping TVRI).

Menurut Antonius, selaku wakil rakyat dari Dapil I kota Medan, dia wajib menampung dan meneruskan aspirasi warga di Dapil-nya kepada Pemko Medan selama itu untuk kepentingan bersama dan masyarakat.

Dijelaskan, tidak ada kepentingan lain kecuali murni dari rakyat untuk rakyat. “Mungkin masih banyak masalah yang belum dapat diselesaikan selama ini, maka di masa kepempinan Walikota Medan Bobby Nasution, kita berharap dapat diselesaikan,” ujarnya.

Berkaitan dengan masih mewabahnya pandemi Covid-19, Antonius meminta semua pihak, termasuk pengusaha penampungan barang bekas  (botot) yang lokasinya berada di kawasan parit yang dinormalisasi di Jalan Karya, harus peka terhadap lingkungan sekitar.

Dalam surat yang dibacakan warga Lingkungan IX Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat, mereka berterimakasih kepada anggota DPRD Medan Antonius D Tumanggor atas atensi dan perhatiannya mendengarkan keluhan dan aspirasi warga di lingkungan tempat tinggalnya, sehingga parit di Jalan Karya dan Jalan Karya Rakyat akhirnya dapat bongkar untuk seterusnya akan dilakukan normalisasi.

Menurut salah seorang perwakilan warga Lingkungan IX, Almedo Gultom mengatakan sangat senang ketika keluhan mereka di daerah tersebut dapat terealisasi.

“Pada dasarnya kami tidak ada mengganggu usaha gudang barang bekas yang ada di Jalan Karya dan Jalan Karya Rakyat, namun yang kami sayangkan usaha tersebut telah mengganggu kepentingan masyarakat umum dan menggunakan fasilitas umum tanpa izin dari Pemko Medan untuk kepentingan usahanya.

Sudah sejak puluhan tahun, mereka  menyuarakan hal itu kepada Wali Kota sebelumnya, namun tidak pernah terealisasi, baru inilah keluhan mereka dapat disahuti.

Ucapan terimakasih juga disampaikan Wali Kota Medan dan Pemko Medan termasuk kepala lingkungan, lurah Sei Agul  dan camat Medan Barat bersama OPD Pemko Medan yang telah mendengarkan aspirasi masyarakat di kelurahan Karya Sei Agul Medan.

Berbasis Kerakyatan

Sebelumnya, anggota DPRD Sumut Rudy Hermanto yang mengunjungi lokasi pergudangan barang bekas (botot) di Jalan Karya Medan berharap Walikota Medan Bobby Nasution untuk  membantu usaha kecil di tengah pandemi Covid-19. Saat ini, usaha-usaha yang ditekuni pengusaha berbasis kerakyatan banyak membantu masyarakat.

Berkaitan dengan izin, Rudy menyebut usaha tersebut sudah mengantungi izin surat dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) 9120307932761, NPWP 06.825.909.2-111.000, dengan nama KBLI pergudangan bahan eceran logam untuk bahan konstruksi, pergudangan dan penyimpanan, pergudangan dan penyimpanan lainnya, dengan kode KBLI 47521, 52101, 52109.

Hal yang sama pun disampaikan pemilik botot, Apo dan Maliaty yang siap mematuhi syarat-syarat yang dibutuhkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (cpb)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *