Waspada
Waspada » Nelayan Asahan Dituntut 12 Tahun Penjara
Medan

Nelayan Asahan Dituntut 12 Tahun Penjara

TERDAKWA Jumat, tampak di layar monitor saat persidangan yang berlangsung online, di PN Medan, Selasa (7/4). Nelayan Asahan ini dituntut 12 tahun penjara, karena kepemilikan sabu 350 gram. Waspada/Rama Andriawan
TERDAKWA Jumat, tampak di layar monitor saat persidangan yang berlangsung online, di PN Medan, Selasa (7/4). Nelayan Asahan ini dituntut 12 tahun penjara, karena kepemilikan sabu 350 gram. Waspada/Rama Andriawan

MEDAN (Waspada): Jumat, nelayan asal Asahan dituntut 12 tahun penjara, karena terlibat kasus kepemilikan sabu seberat 350 gram.

Nelayan Asahan itu dituntut 12 tahun penjara dan dibebankan membayar denda sebesar Rp 1 miliar.

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa nelayan Asahan dengan hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar,” ucap jaksa Adveri dalam persidangan online yang berlangsung di Ruang Cakra 8, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (7/4)..

Dengan ketentuan, lanjut Adveri, apabila tidak dibayar digantikan dengan hukuman 6 bulan penjara.

Di hadapan majelis hakim Eliwarti, jaksa menyebutkan perbuatan terdakwa melanggar Pasal 114 (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Yakni tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, dan menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan atau menerima narkotika Golongan I berupa sabu seberat 350 gram,” sebut jaksa.

Usai membacakan tuntutan, majelis hakim selanjutnya menunda persidangan pekan depan dengan agenda nota pembelaan (pledoi).

Dalam dakwaan jaksa dijelaskan, kejadian itu bermula pada Oktober 2019.

Awalnya, petugas Dit Res Narkoba Polda Sumut mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa terdakwa Jumat dapat menyediakan narkotika jenis sabu dan berada di Batubara.

“Atas informasi tersebut, maka saksi-saksi menindaklanjuti informasi dan saat itu juga informan tersebut memberikan nomor handphone yang biasa digunakan oleh Jumat,” ungkap jaksa.

Pesan Sabu

Selanjutnya, petugas dibantu informan menelpon terdakwa Jumat dan memesan sabu sebanyak 350 gram, dengan harga yang disetujui saat itu adalah Rp 133 juta.

Setelah sepakat dengan harga, maka petugas langsung berangkat ke Tanjungbalai, dan bertemu dengan terdakwa Jumat di pinggir Jl Sei Bejangkar.

Kemudian setelah bertemu dengan terdakwa saat ingin memberikan bungkusan yang berisikan sabu kepada sang pembeli petugas yang menyamar (undercover buy).

Tak lama, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap Jumat dan menyita bungkusan yang berisikan sabu seberat 350 gram.

“Atas pengakuan terdakwa Jumat bahwa sabu tersebut ia dapat dari seorang laki-laki, yang bernama Irwansyah alias IR (DPO),” katanya.

“Selanjutnya petugas membawa terdakwa Jumat beserta dengan barang bukti ke kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut, guna proses penyidikan lebih lanjut,” ujar jaksa. (Cra)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2