Waspada
Waspada » Napi Asimilasi Beraksi Lagi Dikenakan Pasal Pemberatan
Medan

Napi Asimilasi Beraksi Lagi Dikenakan Pasal Pemberatan

NAPI asimilasi beraksi lagi dikenakan pasal pemberatan ditambah hukuman lama. Ilustrasi
NAPI asimilasi beraksi lagi dikenakan pasal pemberatan ditambah hukuman lama. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Wakapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji menegaskan, napi asimilasi yang beraksi lagi akan dikenakan pasal pemberatan ditambah hukuman lama eks narapidana tersebut.

“Napi asimilasi beraksi lagi akan dikenakan pasal pemberatan ditambah lagi hukuman lama eks napi tersebut juga akan dilanjutkan,” kata AKBP Irsan Sinuhaji, Minggu (10/5).

Menurut Wakapolrestabes,  ketika napi asimilasi tertangkap, maka diproses hukum.

“Bila terulang lagi penahanan dilanjutkan kembali ditambah pasal pemberatan nanti di berkas BAP,” katanya.

Penegasan ini disampaikan Wakapolrestabes Medan menanggapi kembali berulahnya eks napi asimilasi melakukan aksi kejahatan dan pembunuhan.
Seperti kemarin, masyarakat Kota Medan digegerkan dengan aksi kejahatan keji yang kembali dilakukan eks napi yang bebas lewat program asimilasi Covid-19.

Catatan wartawan, adapun sejumlah aksi kejahatan yang kembali dilakukan eks napi asimilasi diantaranya yakni pembunuhan sadis dilakoni Jefri, 24 dan Michael, 22.

Kedua napi eks asimilasi kasus cabul ini membunuh seorang wanita muda Elvina, 2, di rumah bernomor 40 Jl. Duku Komplek Cemara Asri, Rabu (6/5) sore.

Tersangka utama Jefri menghabisi nyawa korban hanya karena menolak meladeni nafsu bejatnya. Korban dihabisi dengan cara sangat mengenaskan.

Kemudian, pelaku perampokan bersenjata tajam (Sajam) di Jl. Komplek Veteran Desa Medan Estate, Kec. Percut Sei Tuan, pada 2 Mei silam.

Seorang napi eks asimilasi kasus perampokan kembali mengulangi aksinya.

Penyelidikan

Polda Sumatera Utara (Sumut) bekerja sama dengan Polrestabes Medan kemudian melakukan penyelidikan dan membekuk tersangka H, 22, eks napi.

Dalam kasus ini, polisi menembak mati tersangka RRL alias K, 25, yang juga seorang residivis.

Kemudian seorang eks napi asimilasi Covid-19, bernama Andre Barus, 28, meringis kesakitan di IGD Rumah Sakit Bhayangkara, setelah kedua kakinya bolong ditembus timah panas polisi, Senin (27/4).

Andre yang merupakan warga Jl Pertanahan, Kec. Patumbak ini ditembak polisi lantaran melawan saat disergap usai merampok seorang siswi SMA berinisial FSS, 16, di Jl. GM Panggabean.

Korban dirampok saat hendak membeli makanan, Rabu (22/4) malam kemarin sekitar pukul 23.00 WIB.
Sebelumnya, Polrestabes Medan melakukan pemantauan terhadap 49 narapidana di Medan yang dibebaskan dari Lapas Tanjung Gusta.

Pemantauan ini dilakukan karena ada kecemasan di tengah masyarakat kalau Napi yang dibebaskan berpotensi kembali melakukan kejahatan yang menimbulkan keresahan.

“Di Medan sejauh ini ada 49 saudara kita napi yang dibebaskan dari Lapas Tanjung Gusta, masyarakat tidak perlu khawatir, sistem pembinaan di Lapas cukup efektif,” ujar Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir, Jumat (3/4).

Dia mengatakan secara khusus Polrestabes Medan mendata Napi yang dibebaskan tersebut.

“Kami akan melaksanakan pemantauan, monitoring, dan komunikasi dengan kawan-kawan Napi tersebut, dan juga keluarganya, agar mereka bisa belajar banyak, kembali menjadi orang produktif berguna, bermanfaat bagi masyarakat,” kata Kombes Isir. (m25)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2