Nakes Di Kapal Isoter Rencananya Dari RSUD dr Pirngadi Medan

Nakes Di Kapal Isoter Rencananya Dari RSUD dr Pirngadi Medan

  • Bagikan
KM Bukit Raya saat baru bersandar di Pelabuhan Belawan pada Senin (16/8). Waspada/Mahbubah Lubis
KM Bukit Raya saat baru bersandar di Pelabuhan Belawan pada Senin (16/8). Waspada/Mahbubah Lubis

MEDAN (Waspada): Pasca bersandarnya Kapal Isolasi Terpadu KM. Bukit Raya dengan kapasitas 463 bed (450 bed untuk pasien dan 13 bed untuk nakes), di Pelabuhan Belawan pada Senin (16/8) hingga kini belum ada informasi jadwal pengoperasiannya.

Namun, untuk tenaga kesehatan (nakes) yang akan bertugas di sana kabarnya akan diturunkan dari RSUD dr Pirngadi Medan yang merupakan rumah sakit daerah yang terkoneksi dengan Dinas Kesehatan Kota Medan (Dinkes Medan).

Hal ini juga diakui oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes Medan, Mardohar Tambunan pada Rabu (18/8).

“Petunjuk pusat itu ada di bawah BNPB, berarti dia ke BPBD, artinya untuk mengisi nakesnya itu sebagai pemangku kita itu di RSUD dr Pirngadi. Yang kita tahu Pirngadi itu satu korps dengan Dinas Kesehatan. Akan kita lanjut kan bagaimana prosesnya. Sampai sekarang kita masih menggodok nya, apa kebutuhan dari kapal itu kita akan lengkapi,” ucap Mardohar.

Katanya lagi bahwa Pengoperasian kapal Isoter Terapung itu masih menunggu dari Pusat karena Pemko Medan juga masih mempersiapkan dokumen untuk melakukan Memorandum Of Understanding (MOU) dan juga dengan kerjasama Itu nanti disesuaikan dengan siapa pelaksananya.

Saat dikonfirmasi pada Rabu (18/8), Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Peranginangin mengatakan ia memang ada mendengar kabar bahwa nakes dari RSUD dr Pirngadi akan ditugaskan di Kapal Isoter di Belawan, namun untuk kepastiannya ia belum mendapatkan informasi yang detail. Tetapi Edison mengakui hari ini ada sejumlah nakes yang akan melakukan survey ke kapal itu.

Lebih lanjut Mardohar mengatakan saat ini di Medan sudah ada beberapa tempat Isoter diantaranya hotel Soechi dan gedung P4TK.

“Soechi dan P4TK itu 3 persen bornya. Karena kayak Soechi itu 247 kamar tapi yang saat ini bisa dimanfaatkan 120 kamar karena kita menunggu situasi berkembang. Sedangkan P4TK itu ada 150 kamar terisi saat ini 67 kamar. Mudah mudahan Jagan terisi semua la kita harapkan menurun kasusnya,” tandas Mardohar.

sementara itu, kapal Isoter ini memang disediakan pemerintah sebanyak empat kapal isoter yaitu:

1.KM. Tatamailau dengan kapasitas 458 bed (448 bed untuk pasien dan 10 bed untuk nakes), yang akan ditempatkan di Pelabuhan Bitung untuk melayani Masyarakat Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara,

2.KM. Bukit Raya dengan kapasitas 463 bed (450 bed untuk pasien dan 13 bed untuk nakes), yang akan ditempatkan di Pelabuhan Belawan untuk melayani Masyarakat Kota Medan,

3.KM. Sirimau dengan kapasitas 460 bed (449 bed untuk pasien dan 11 bed untuk nakes), yang akan ditempatkan di Pelabuhan Sorong untuk melayani Masyarakat Kota Sorong dan

4.KM. Tidar dengan kapasitas 929 bed (873 bed untuk pasien dan 56 bed untuk nakes), yang akan ditempatkan di Pelabuhan Jayapura untuk melayani Masyarakat Kota Jayapura.(cbud)

  • Bagikan