Waspada
Waspada » Nakes Covid-19 Minta Insentif Dicairkan Secepatnya
Medan

Nakes Covid-19 Minta Insentif Dicairkan Secepatnya

TENAGA Kesehatan (Nakes) Colvid-19. Nakes yang bertugas merawat para pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Pirmgadi Medan minta insentif dicairkan secepatnya. Ilustrasi
TENAGA Kesehatan (Nakes) Colvid-19. Nakes yang bertugas merawat para pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Pirmgadi Medan minta insentif dicairkan secepatnya. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Tenaga Kesehatan (nakes) yang bertugas merawat para pasien covid-19 di Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Pirmgadi Medan minta intensif mereka dicairkan secepatnya.

 

Mereka keberatan menunggu perubahan APBD atau paling cepat mendahului perubahan APBD 2021 seperti disampaikan oleh Sekda dan Kadis Kesehatan Kota Medan di Kantor Ombudsman RI perwakilan Sumatera Utara (Sumut).

“Kami keberatan karena pada saat itu pencairan dari pusat yang Rp3,7 milyar kenapa itu bisa, kemudian Rp9 milyar itu tidak bisa dicairkan. Itu membuat bingung kami,” kata kata salah seorang nakes, Buala Zendrato di Medan , Sabtu (20/2)

Alasannya,  kalau terlalu lama,  akan digunakan untuk hal lain.

“Inikan hak kami. Apalagi semua sudah mengeluh karena terlalu lama. Terlalu lama kamipun jadi tanda tanya,” lanjutnya.

Bahkan, keberatan ini juga direncanakan mereka akan meneruskan ke kementerian kesehatan republik Indonesia (Kemenkes RI) dalam waktu dekat.

“Karenanya, para nakes itu minta insentif mereka dicairkan secepatnya. Kalau lama pencarian kami keberatan. Kami tidak bisa menerima, kami akan gebrakkan ini langsung ke pusat,” katanya tegas.

Segera Dikeluarkan

Buala Zendrato mengharapkan insentif itu agar segera dikeluarkan dan pihak- pihak yang bertanggung jawab harus segera mengelola dengan benar.

Sementara itu, kemarin hasil klarifikasi Ombudsman kepada sekda dan kadis kesehatan kota Medan itu, yakni bahwa dana insentif nakes yang ditransfer pemerintah pusat saat ini masih ada di kas Pemko Medan.

Kemudian masuk pada pos anggaran SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) 2020. Dana itu juga pada APBD 2021 belum tercatat.

Jikapun akan dicairkan harus ada perubahan APBD atau paling cepat mendahului perubahan APBD 2021. Tapi, untuk mendahului perubahan APBD ada tahapannya dan juga harus ada persetujuan anggota dewan. Artinya, untuk membayarkan insentif nakes maka mekanisme anggaran wajib dipatuhi.

Sebelumnya, Sekda Kota Medan Wirya Alrahman  menyebutkan, dana insentif nakes Covid-19 masuk ke kas Pemko Medan dalam tiga termin. Pertama 7 Juli 2020 sebesar Rp 3,7 miliar, kedua pada Oktober 2020 sebesar Rp 2,5 miliar, dan ketiga 30 Desember 2020 sebesar Rp 9 miliar.

Diakui Sekda, masuknya dana insentif  nakes tersebut memaksa adanya perubahan-perubahan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga dana tersebut dapat disalurkan. Perubahan-perubahan itu membuat proses pencairan insentif nakes Covid-19 menjadi lama. (cbud)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2