Waspada
Waspada » MWC NU Medan Desak Selenggarakan Konfercab Ulang
Medan

MWC NU Medan Desak Selenggarakan Konfercab Ulang

KANTOR PC NU Kota Medan. MWC NU Medan Desak Selenggarakan Konfercab Ulang karena konferensi sebelumnya dinilai cacat hukum. Waspada/Ist
KANTOR PC NU Kota Medan. MWC NU Medan Desak Selenggarakan Konfercab Ulang karena konferensi sebelumnya dinilai cacat hukum. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Sejumlah pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Medan desak selenggarakan Konferensi Cabang (Konfercab) ulang. Alasannya, konferensi sebelumnya diduga digelar sepihak.

Para pengurus dari 16 MWC NU Kota Medan menolak konfercab itu, karena tidak dilibatkan sebagai peserta.

Mereka tidak mengakui proses pemilihan Rois PCNU Medan KH Abdul Holomoan Lubis LC MA dan Tanfidziyah diketuai Drs KH Sutan Syahrir Dalimunte MA, Sekretaris Muas Daulay SPd MPd dan Bendahara H Halim Hasibuan S Sos.

Mewakili para pengurus, Ketua Tanfidziyah MWC Medan Maimoon Muhammad Tobang Pulungan mengatakan, mereka memang tidak mengetahui dan tidak diikutsertakan dalam pelaksanaan Konfercab PCNU Medan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan careteker PCNU diketuai Dr Ibnu Affan SH MHum dan Sekretaris Emir Elzuhdi Batubara SH yang ditunjuk pengurus Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU).

“Kami tak mengetahui kapan dan di mana digelar konfercab. Kami selaku pemilik suara tak disertakan. Telah tiga kali kami surati tapi tak jelas realisasinya,” ucapnya kepada wartawan, Kamis (17/12).

Ketua Tanfidziyah MWC Medan Kota Rukmansyah SIP dan Ketua Tanfidziyah MWC Medan Baru, Berro Tarigan juga menyampaikan tudingan ilegalnya Konfercab PCNU yang tak melibatkan puluhan MWC NU di Kota Medan.

“Kami secara terbuka meminta agar PWNU dan PBNU menyelenggarakan Konfercab PCNU ulang dan menolak hasil Konfercab yang dilaksanakan melanggar AD/ART dan PO Nahdatul Ulama,” ujar mereka.

Cacat Hukum

MWC NU Medan desak segera selenggarakan konfercab ulang, karena konferensi sebelumnya ilegal dan cacat hukum dan melanggar AD/ART dan Peraturan Organisasi hasil Mukhtamar Jombang 2015.

Sebelumnya dijelaskan, awalnya Pengurus PCNU Medan dibekukan dan dibentuk Careteker diketuai Dr Ibnu Affan SH MHum yang diamanatkan menyelenggarakan Konfercab PCNU Medan paling lambat 30 November 2020.

Namun dalam perjalanannya, sejumlah pengurus MWC NU di Kota Medan antara lain Rois dan Ketua Kecamatan Medan Polonia, Medan Maimoon, Medan Kota, Medan Amplas, Medan Tuntungan, Medan Baru, Medan Selayang. Medan Sunggal, Medan Labuhan, Medan Deli, Medan Belawan dan Medan Timur tak mendapat respon dalam mengupayakan informasi pelaksanaan Konfercab PCNU Medan.

Karena tidak dilibatkan, mereka menyampaikan surat yang ditujukan ke Careteker PCNU Medan
Namun tak direspon, hingga akhirnya mereka mengetahui kepengurusan PCNU Kota Medan telah melaksanakan pemilihan Rois dan Ketua.

Para pengurus MWC menilai, pelaksanaan Konfercab yang diselenggarakan Careteker PCNU yang tak melibatkan mereka selaku pemilik hak suara dari 21 MWC yang ada di Kota Medan adalah ilegal karena melanggar AD/ART dan peraturan organisasi.

Mantan Rois Syuriah PC NU Medan KH Ali Syahdana Dalimunthe membenarkan, dalam konfercab itu, ke 16 pengurus MWC NU Medan memang tidak diikutsertakan.

“Ini kejadian yang sangat keterlaluan dan menjungkir balikkan norma-norma ke NU an yang bersifat amar makruf nahi munkar bil makruf, NU ini adalah ormas terbesar di Indoneaia yang punya aturan dan peraturan, AD, ART dan PO,” katanya.

Seyogyanya, tuan-tuan di tim carateker membaca, menyimak dan memahami ketentuan yang berlaku agar jangan gagal paham dalam mengambil keputusan. Dan naif sekali sekelas mereka tidak memahami itu.

Tidak Kenal

Terpisah, Wakil Sekretaris PWNU Sumut DR Ibnu Affan SH M Hum saat dimintai tanggapannya mengatakan, tidak kenal dengan pengurus MWC NU Kota Medan yang keberatan atas hasil konfercab.

“Kita tidak mengenal itu. Silakan saja mereka mengaku-ngaku. Itu hak mereka. Kita tidak ada urusan,” katanya saat dihubungi Waspada, Jumat (18/12)

Menurut dia, konfercab sudah diselenggarakan dan kepengurusannya diakui, serta hasilnya sudah dikirim ke pusat. “Sudah selesai semua dan diakui, kalau ada yang keberatan itu urusan mereka , kita gak ada hubungan untuk apa kita tanggapi,” ujarnya.

Disebutkannya, tudingan konfercab MWC NU Medan ilegal dan melanggar AD/ART adalah tuduhan yang tidak berdasar. “Itu tudingan ilegal itu, sebentar lagi tinggal menunggu SK saja. Itu hanya klaim sepihak dari mereka saja,” pungkasnya. (m32)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2