Waspada
Waspada » Mushalla Al Karim Tetap Eksis Di Usia 51 Tahun
Medan

Mushalla Al Karim Tetap Eksis Di Usia 51 Tahun

MUSHALLA Al Karim di Jl. Brigjen Katamso Gang Intan, Kel. Kampung Baru, Kec. Medan Maimun berdiri 1970 hingga kini masih eksis di usia 51 tahun. Waspada/Andy Aditya
MUSHALLA Al Karim di Jl. Brigjen Katamso Gang Intan, Kel. Kampung Baru, Kec. Medan Maimun berdiri 1970 hingga kini masih eksis di usia 51 tahun. Waspada/Andy Aditya

MEDAN (Waspada): Mushalla Al Karim terletak di Jl. Brigjen Katamso Gang Intan, Kel. Kampung Baru, Kec. Medan Maimun. Mushalla ini berdiri 1970 dan hingga kini masih eksis.

Berdiri di atas tanah wakaf atas nama Salman dan Ridwan, mushalla tersebut tetap ramai, terutama di bulan suci Ramadhan seperti saat ini. Karena pengurus mushalla ini rutin mengadakan buka puasa bersama dan shalat tarawih berjamaah.

”Mushalla ini setiap hari mengadakan buka puasa bersama beberapa jamaah dan warga sekitar serta menggelar shalat tarawih berjamaah 11 rakaat,” ucap Suhendra Dinata, nazir mushalla kepada Waspada, Minggu (2/5).

Suhendra mengatakan kegiatan rutin lainnya di mushalla selama Ramadhan 1442 H ini juga diadakan tadarus dan sebelum shalat tarawih diadakan tausiyah singkat dengan ustadz yang bergantian setiap harinya.

”Itikaf dan saur bersama diadakan pada 10 malam terakhir Ramadhan. Di dalam mushalla sangat nyaman karena full AC,” tuturnya.

Suhendra juga mengatakan mushalla ini dulunya merupakan sebuah langgar dengan bangunan papan separuh batu bata yang kemudian direnovasi oleh masyarakat sekitar pada tahun 2002.

”Kentongan dan bedug kayu yang merupakan ciri khas di mushalla ini sudah tidak ada lagi,” ucapnya.
Kegiatan rutin lainnya di mushalla ini yakni shalat fardu berjamaah. ”Rata-rata setiap harinya untuk shalat subuh 60 orang, shalat zuhur dan ashar 30 orang serta shalat magrib dan isya 70 orang,” cetusnya.

Di mushalla ini tidak menggelar shalat jumat dikarenakan belum menjadi masjid. Warga menunaikan shalat jumat di Masjid Ar Rahmaan kompleks PPKS Avros yang dekat lokasinya dengan Mushalla Al Karim.

Protokol Kesehatan

Selama pendemi Covid-19, mushalla menerapkan protokol kesehatan, salah satunya di mushalla tidak membentangkan karpet atau ambal, jamaah membawa sajadah dari rumah masing-masing.

‘’Masuk ke dalam mushalla wajib pakai masker dan pengurus mushalla menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun di tiap sudut,’’ ujarnya.

Dalam kesempatan itu Suhendra menyampaikan keinginan jamaah dan warga setempat agar mushalla bisa menjadi masjid. ‘’Mushalla ingin menjadi masjid karena jamaah mencukupi dan mushalla ingin menjadi 2 lantai. Rencana ini akan kami ajukan ke KUA kemudian ke Depag. Donatur ada untuk membangunnya,’’ sambung Muhammad Fauzi, sekretaris Mushalla Al Karim. (m29)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2