MUISU Tetap Peringatan Maulid Nabi 12 Rabiul Awal

MUISU Tetap Peringati Maulid Nabi 12 Rabiul Awal

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara(MUISU), akan tetap memperingati Hari Maulid Nabi Muhammad SAW, pada 12 Rabiul Awal atau Selasa (19/10) mendatang.

Sebab, bagi MUI, kalender yang digunakan adalah kalender Hijriyah dan sesuai hisab oleh Badan Hisab Rukyat (BHR).

“Jadi, bagi MUISU,tidak ada perubahan waktu Perayaan Maulid Nabi SAW, tetap saja pada tanggal yang sama. Karena mengikuti kalender Hijriyah,”kata Ketua Umum MUI Sumut,Dr.H.Maratua Simajuntak (foto) Rabu (13/10).

Untuk itu, kata dia, dalam rangka menyemarakkan Hari Lahir Nabi Muhammad SAW, MUISU, akan menggelar kegiatan di Aula MUISU, sekaligus memberikan bantuan untuk 400 orang para dai dan guru mengaji secara formalitas yang akan diserahkan kepada MUI Medan.

“Sebenarnya, bantuan ini akan diserahkan untuk 1000 orang terdiri dari pendakwah dan guru mengaji. Tapi untuk tahap awal hanya 400 orang yang diberikan. Dananya bersumber dari MUISU, Baznas dan Lembaga Zakat,”ujar Maratua.

Pesan Maulid

Hal lain disampaikanya, tahun 1443 Hijriyah ini, masih menjadi tahun yang sulit secara ekonomi untuk berbagai kalangan akibat dampak covid-19.

Karena itu, umat Islam sangat perlu mengikut jejak Rasulullah sebagai sosok yang pemberi dan peduli pada orang lain dengan memberi.

“Saya mengajak kita semua untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu saudara kita terdampak covid,”ujarnya.

Rasulullah SAW pernah menegaskan perlunya setiap orang memberi sedekah setiap hari.

”Tiap-tiap jiwa keturunan Adam, tanpa kecuali, harus bersedekah, setiap hari, di mana matahari terbit di dalamnya. Mendengar hadis itu, seorang sahabat yang tak punya apa-apa untuk disedekahkan bertanya, ”Bagi orang semacam kami ini, bagaimana bisa bersedekah? Rasulullah menjelaskan, ”Sesungguhnya pintu kebajikan itu banyak sekali.

Mengucapkan tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dengan khidmat dan khusuk adalah sedekah. Mengajak orang kepada yang baik dan melarang dari yang munkar adalah sedekah.

Menyingkirkan sebuah batu dari jalan untuk memudahkan orang lewat adalah sedekah. Menuntun orang buta menyeberang jalan adalah sedekah. Memberi petunjuk kepada orang yang bertanya kepadamu adalah sedekah.

Saat ditanya sikap MUI atas perubahan libur Maulid Nabi pada 19 Oktober menjadi 20 Oktober, Maratua menyebutkan, jika keputusan itu sepanjang alasan covid kita bisa terima. Sebab, keputusan itu sudah bersamaan saat
liburan Tahun Baru Islam sebelumnya.(m22)

  • Bagikan