MUISU Gelar Pelatihan Kemampuan Pemuda Islam Dalam Kepemimpinan

  • Bagikan
KETUA Bidang Pendidikan Pemuda dan Kaderisasi,MUISU, Prof.Dr.H.Hasan Bakti Nasution bersama panitia dan peserta berfoto bersama. Waspada/ist
KETUA Bidang Pendidikan Pemuda dan Kaderisasi,MUISU, Prof.Dr.H.Hasan Bakti Nasution bersama panitia dan peserta berfoto bersama. Waspada/ist


MEDAN (Waspada): Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara(MUISU) Bidang Pendidikan Pemuda dan Kaderisasi menggelar pelatihan kemampuan pemuda Islam dalam kepemimpinan.

“Ya, pelatihan telah dilaksanakan di Hotel Inna Parapat Selasa (2/11),”kata Ketua Bidang Pendidikan Pemuda dan Kaderisasi,Prof.Dr.H.Hasan Bakti Nasution, Kamis (4/11).

Dalam keterangannya bersama Sekretaris,Dr.H.Arifinsyah,MA, Hasan Bakti menyebutkan, kegiatan berlangsung lancar. Sedangkan materi yang dia sampaikan,Karateristik pemuda Islam.

Menurutnya, ungkapan bahwa “pemuda hari ini adalah tokoh masa depan” (syubban al-yawm rijal al-ghad) adalah gambaran betapa peran pemuda hari ini dan masa depan begitu penting.

Peran besar itu tentu bukan anugerah (giving) tetapi harus diciptakan (doing) oleh, selain pemuda juga oleh kalangan tua, karena sesungguhnya pemuda tidak hanya sebagai obyek melainkan juga sebagai subyek. Melalui upaya itu akan terbentuk karakter pemuda yang akan menjadi tokoh masa depan.

Dijabarkannya, dari kata muda, dalam KBBI pemuda diartikan dengan orang yang masih muda, orang muda atau taruna.

Lawan katanya ialah tua atau orangtua. Pemuda Islam ialah orang yang masih muda yang beragama Islam. Oleh karena itu, pemuda Islam ialah orang yang masih muda dan beragama Islam.Kajian pemuda penting, karena ia akan menjadi tokoh di masa depan, sesuai ungkapan di atas: “pemuda hari ini, pemimpin masa depan” (syubban al-yawm, rijal al-ghad).

Sebab itulah akibat pengaruh narkoba ada kekha-watiran hilangnya harapan pemuda masa depan yang disebut lost generation. Semoga mimpi buruk itu tidak menjadi kenyataan.

Pembicara Dr H Sultoni Trikesuma MA, memaparkan bahwa pemuda Islam itu hendaknya tumbuh menjadi motivator, sebagaimana tertuang dalam Surah Al Imran ayat 110 yang artinya,” Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.

Sebelumnya, Ketua Umum MUISU,Dr.H.Maratua Simajuntak menyampaikan upaya menggiring pemuda Islam dalam kegiatan diskusi dan dialog, sangat penting dalam rangka menumbuhkan semangat juang untuk cinta pada agama dan bangsa. “Jika mereka mencintai agama dan bangsa, mereka tidak akan berbuat yang buruk. Nah tugas kita mendorong dan memotivasi mereka sebagai pemimpin masa datang,”kata Maratua Simajuntak.(m22)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *