Waspada
Waspada » MUI Sumut Sudah Lama Bekerjasama Dengan Pemprovsu Terkait Covid-19
Medan

MUI Sumut Sudah Lama Bekerjasama Dengan Pemprovsu Terkait Covid-19

SEKRETARIS MUI Sumut, Dr Ardiansyah, MA. MUI Sumut akui sudah lama bekerjasama dengan Pemprov terkait Covid-19. Waspada/Ist
SEKRETARIS MUI Sumut, Dr Ardiansyah, MA. MUI Sumut akui sudah lama bekerjasama dengan Pemprov terkait Covid-19. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut, mengakui sudah lama bekerjasama dengan Pemprovsu terkait Covid-19.

MUI Sumut sudah lama bekerjasama dengan Pemprovsu terkait Covid-19, terutama dalam perawatan jenazah (pemulasaran) Covid-19.

Hal itu disampaikan Sekretaris MUI Sumut, Dr Ardiansyah, MA (foto), Selasa (1/9), sekaitan ungkapan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan yang akan bekerjasama dengan MUI.

MUI Sumut sudah lama bekerjasama dengan Pemprovsu terkait Covid-19, terutama dalam perawatan jenazah (pemulasaran) Covid-19.

Langkah Dinkes yang akan bekerjasama dengan MUI adalah menjawab adanya kekhawatiran masyarakat akan keluarganya yang meninggal karena Covid-19.

Menurut Sekretaris MUI Sumut, Dr Ardiansyah MA, sebenarnya MUI dan Gugus Tugas Covid-19 Pemprovsu sudah lama bekerjasama.

Kata dia, MUI memberikan taushiyah dan pencerahan terhadap masyarakat melalui video yang diambil di kantor Gubernur bersama Tim Gugus Tugas beberapa waktu lalu.

Saat ini juga sedang berjalan sosialisasi Fatwa MUI No. 17 tentang penyelenggara jenazah yang terpapar Covid-19 dan fatwa No 18 tentang  tatacara beribadah bagi petugas Medis/dokter ketika menggunakan APD.

“Sosialisasi fatwa MUI ini penting untuk menjawab pertanyaan masyarakat di daerah-daerah berkenaan fardhu kifayah bagi jenazah yang meninggal terpapar Covid-19,”ungkapnya.

Pertemuan

Ditambahkannya, dalam waktu dekat MUISU juga akan menggelar pertemuan daring bersama Kementerian kesehatan RI berkenaan dengan vaksin dan hal hal yang berkaitan dengan hal tersebut.

“Oleh karena itu, MUI SU berharap agar keterlibatan ulama, tokoh agama dan pemuka masyarakat terus dapat dilakukan agar kesadaran dan pemahaman masyarakat seputar bahaya Covid-19 ini terus meningkat.

Sebab, hingga saat ini kita belum selesai dan belum menang melawan Covid-19 ini. Sementara masyarakat nampaknya sudah mulai lalai dan kurang patuh terhadap penerapan protokol kesehatan.

Semoga Allah SWT senantiasa memelihara dan melindungi kita semua,”paparnya.

Sebelumnya diberitakan, Dinkes yang akan bekerjasama dengan MUI adalah menjawab adanya kekhawatiran masyarakat akan keluarganya yang meninggal karena Covid-19.

Dengan terjalinnya kerjasama Dinas Kesehatan dengan MUI akan menghilangkan kekuatiran masyarakat tentang penanganan pemusalaran yang meninggal akibat Covid-19 tersebut.

Kerjasama ini juga diharapkan dapat menjaga hati dan perasaan masyarakat luas nantinya.
Bila muslim dilakukan secara syariat Islam, begitupun bila non muslim akan menurut caranya atau menurut agama masing-masing.

Dengan demikian, selain protokol kesehatan tetap terjaga begitu juga terjaganya hati masyarakat,ucap Alwi.

Alwi juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menganggap bila meninggal karena Covid ini adalah aib.(m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2