Waspada
Waspada » MUI Sumut Sesalkan Pengusaha Beri Pernik Natal Bagi Pekerja
Medan

MUI Sumut Sesalkan Pengusaha Beri Pernik Natal Bagi Pekerja

PEKERJA di HC Plaza Medan Fair berjilbab tetapi menggunakan pernik natal berupa bando rusa. Waspada/Ist
PEKERJA di HC Plaza Medan Fair berjilbab tetapi menggunakan pernik natal berupa bando rusa. Waspada/Ist

“MUI Sumatera Utara menegaskan bahwa kebebasan beragama dijamin oleh negara. Oleh karena itu tidak boleh ada pihak manapun yang memaksa umat Islam untuk memakai atribut keagamaan non muslim. Hal ini telah ditegas dalam fatwa MUI No. 56 tahun 2016. Oleh karena itu, jika ada kejadian pemaksaan penggunaan atribut keagamaan non Muslim kepada umat Islam maka hal itu adalah sikap intoleran terhadap umat Islam,” katanya.

Ditambahkanya, MUI meminta kepada aparat menindak tegas perbuatan intoleran tersebut agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah-tengah umat beragama.

Hal ini sejalan dengan rekomendasi fatwa MUI tersebut pada point lima dan enam, sebagai berikut;
5. Pemerintah wajib memberikan perlindungan kepada umat Islam sebagai warga negara untuk dapat menjalankan keyakinan dan syari’at agamanya secara murni dan benar serta menjaga toleransi beragama.
6. Pemerintah wajib mencegah, mengawasi, dan menindak pihak-pihak yang membuat peraturan (termasuk ikatan/kontrak kerja) dan/atau melakukan ajakan, pemaksaan, dan tekanan kepada pegawai atau karyawan muslim untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama seperti aturan dan pemaksaan penggunaan atribut keagamaan non-muslim kepada umat Islam.

“MUI Sumatera Utara berharap ini adalah kejadian yg terakhir. Agar kerukunan yg telah kita rawat bersama di Sumatera Utara yang sangat kita cintai ini terus berjalan dengan baik. Oleh karena itu, perbuatan dan sikap intoleran yang ditunjuk oknum tersebut dimanapun amat sangat disayangkan karena mencederai kerukunan,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama(FKUB) Kota Medan, H. Ilyas Halim bahwa tidak pantas pengusaha HC tersebut memberikan pernik natal kepada karyawan muslim, karena hal itu bisa menimbulkan konflik. “Seharusnya tidak ada karyawan muslim menggunakan atribut natal bahkan saat mereka bekerja di depan publik,” kata Ilyas Halim.

Sebelumnya pengunjung mal ini merasa heran atas penggunaan bando rusa pernik natal yang dipakai pekerja muslim. (m37)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2