Waspada
Waspada » MUI Sumut Sampaikan Fatwa Terkait Natal
Medan

MUI Sumut Sampaikan Fatwa Terkait Natal

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut. Ilustrasi
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut sampaikan fatwa terkait Natal. Adapun seruan dimaksud tentang menghadiri, merayakan dan memakai atribut keagamaan nonmuslim bagi umat Islam.

Salinan MUI Sumut yang sampaikan fatwa terkait Natal diterima Waspada, Kamis (24/12).

Menimbang :

A. Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tahun 1981 tentang Perayaan Natal Bersama yang isinya :

pun meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa AS, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari: bahwa tahun 1981 tentang Perayaan Natal Bersama yang isinya :

1. Perayaan Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa AS, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari bahwa Perayaan Natal bagi orang-orang Kristen merupakan ibadah;

2. Mengikuti acara Natal Bersama bagi umat Islam hukumnya haram;

3. Agar umat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah swt. dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan Natal.

B. Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor : 56 Tahun 2016 tentang Hukum Menggunakan Atribut Ke-Agamaan non-Muslim yang isinya :

1. Atribut ke-Agamaan adalah sesuatu yang dipakai dan digunakan sebagai identitas, ciri khas atau tanda tertentu dari suatu agama dan/atau umat beragama tertentu, baik terkait dengan keyakinan, ritual, ibadah, maupun tradisi dari agama tertentu.

2. Menggunakan atribut ke-Agamaan non-Muslim adalah haram

3. Mengajak dan/atau memerintahkan penggunaan atribut ke-Agamaan non-Muslim adalah Haram.

Tausiyah

Mempedomani Fatwa di atas,  maka Komisi Fatwa MUI Sumut sampaikan fatwa terkait Natal, dengan ini memberikan taushiyah sebagai berikut :

1. Umat Islam khususnya di Sumatera Utara agar tidak menghadiri dan ikut memeriahkan upacara perayaan natal karena perayaan natal tidak dapat dipisahkan dari ibadah pada Agama Kristen.

2. Umat Islam khususnya di Sumatera Utara agar tidak memakai atribut ke-agamaan non-Muslim dalam rangka untuk menjaga dan memelihara akidah Islamiyah.

3. Kepada seluruh perusahaan, pabrik, dan seluruh masyarakat Indonesia yang memiliki karyawan Muslim untuk menghargai umat Islam dalam menjalankan ajaran agamanya sesuai ketentuan syariat sebagaimana yang tertuang dalam fatwa di atas.

4. Demikian Taushiyah ini dibuat dan disampaikan untuk selanjutnya dipedomani dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Demikian Dewan Pimpinan MUI Provsu dengan Ketua Umum Dr H Maratua Simajuntak Sekretaris Umum, Dr HA. Asren Nasution, MA pada Kamis (24/12) di Kantor MUI Sumut Jl. Sutomo Ujung Medan. (m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2