MUI Sumut Keluarkan Imbauan Sambut Hari Raya Idul Adha 1442 H

MUI Sumut Keluarkan Imbauan Sambut Hari Raya Idul Adha 1442 H

  • Bagikan
MUI SUMUT. KETUA Umum Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara(MUISU), Dr H Maratua Simajuntak bersama Sekretaris Umum Prof Dr  H Asmuni,  MA, Jumat (9/7), menyampaikan imbauan terkait akan berlangsungnya Hari Raya Idul Adha 1442 H. Ilustrasi
MUI SUMUT. KETUA Umum Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara(MUISU), Dr H Maratua Simajuntak bersama Sekretaris Umum Prof Dr  H Asmuni,  MA, Jumat (9/7), menyampaikan imbauan terkait akan berlangsungnya Hari Raya Idul Adha 1442 H. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara(MUISU), Dr H Maratua Simajuntak bersama Sekretaris Umum Prof Dr  H Asmuni,  MA, Jumat (9/7), menyampaikan imbauan terkait akan berlangsungnya Hari Raya Idul Adha 1442 H.

Dijelaskan, bahwa penyelenggaraan shalat Hari Raya Idul Adha tanggal 10 dzulhijjah 1442 H/2021 M, dan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban wajib mengikuti dan menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya dan ikhtiar mencegah virus corona agar tidak terjadi penularan.

Dengan demikian dapat/wajib mengikuti ketentuan-ketentuan bahwa,malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Adha tanggal 10 dzulhijjah 1442 H/2021 M. Pada dasarnya dapat dilaksanakan takbiran disemua masjid/mushalla dengan ketentuan sebagai berikut:

                                             

1.Agar dilaksanakan jumlahnya secara terbatas paling banyak 10 % dari kapasitas masjid/mushalla dengan tetap memperhatikan standart protokol kesehatan covid-19 secara ketat seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

2.Kegiatan takbir keliling ditiadakan untuk menghidari kerumunan. Kegiatan takbiran dapat disyiarkan secara virtual dari masjid dan mushalla

Shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1442 H/2021 M dilaksanakan di masjid/ mushalla atau lapangan dekat masjid kecuali pada daerah zona merah atau tidak terkendali.

3.Shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1442 H/2021 M dapat dilakukan dilapangan terbuka atau dimasjid/mushalla hanya didaerah yang dinyatakan aman terkendali dari covid-19 atau diluar zona merah dan orange berdasarkan penetapan pemerintah daerah dan satuan tugas penanganan covid-19 setempat serta harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketentuan :

-Pelaksanaan shalat Idul Adha diupayakan baik ibadah sholat ‘Id maupun kutbah Idul Adha secara singkat dengan tetap memelihara rukun dan syarat yang berlaku.

Jamaah shalat Idul Adha yang hadir masjid/mushalla agar dapat menjaga jarak shaf antar jamaah dan tetap memakai masker selama pelaksanaan sholat baik Imam, Katib dan semua jamaah

-Dianjurkan kepada setiap jamaah sholat Idul Adha membawa perlengkapan sholat masing-masing seperti sajadah.

Panitia sholat Idul Adha setempat dianjurkan menyediakan alat pengecek suhu tubuh guna memastikan kondisi sehat jamaah yang hadir.

-Jamaah usia lanjut atau setiap orang yang kondisinya kurang sehat/sakit dianjurkan agar sholat Idul Adha dilaksanakan dirumah masing-masing baik berjamaah atau munfarid (sendirian)

-Seusai shalat Idul Adha setiap jamaah tetap menjaga/melaksanakan protokol kesehatan dan upayakan tidak bersalaman dan bersentuhan secara fisik

Sembelih Hewan Qurban

Maratua Simajuntak menambahkan, saat pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dapat dilakukan dengan memperhatikan ketentuan sebagai berikut :

-Penyembelihan hewan kurban dilakukan setelah shalat Idul Adha selesai dilaksanakan dan berlangsung sejak tanggal 10 Dzulhijjah sampai tanggal 13 Dzulhijjah 1442 H/2021 M

-Penyembelihan hewan kurban dapat dilakukan dirumah pemotongan hewan (RPH) dan luar RPH dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.

-Hewan kurban yang disembelih harus memunuhi syarat cukup umur, tidak cacat, dan sehat menurut pihak terkait (dari Dinas Kesehatan Hewan)

-Kegiatan penyembelihan hewan kurban, pengulitan, pencacahan daging dan pendistribusian daging kurban bagi masyarakat yang berhak menerimanya, wajib memperhatikan dan mempedomani protokol kesehatan secara ketat.

-Kegiatan penyembelihan hewan kurban sebaiknya dilakukan oleh panitia yang disudah berpengalaman sehingga dapat terlaksana dengan baik dan benar dan disaksikan oleh pihak orang yang berkurban

-Pendistribusian daging kurban dilakukan oleh panitia kepada warga setempat dengan menimalkan kontak fisik satu sama lain

-Kepada pimpinan MUI Kabupaten/kota se Sumatera Utara agar membuat himbauan yang sama atau menyebar luaskan himbauan ini kepada msyarakat luas di daerah masing – masing dengan tetap berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

“Demikian himbauan MUI Provinsi Sumatera Utara ini diterbitkan untuk dipedomani dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. Kita berdoa semoga covid-19 diangkat Allah SWT,khususnya di Sumatera Utara dan di Indonesia umumnya. Amin ya rabbal ‘Alamin,” pungkas Maratua Simajuntak. (m22)

  • Bagikan