MUI Sumut Gelar Muzakarah Ekonomi Berbasis Masjid

MUI Sumut Gelar Muzakarah Ekonomi Berbasis Masjid

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara menggelar Muzakarah Khusus Ramadan di Aula MUI Jalan Majelis Ulama Nomor 3 Medan, Minggu (25/4). Pembicara, Prof  Dr  Ir  Basyaruddin MS selaku Direktur LPPOM MUI Sumut.

Dalam penjelasannya, Alquran sebagai kitab suci umat Islam selain mengandung hukum syariah, juga mengungkapkan prinsip-prinsip dasar tentang karakter alam semesta yang memiliki kebenaran mutlak yang telah melandasi tumbuh berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang berguna bagi kehidupan manusia.

“Ilmu pengetahuan dan teknologi itu pada hakekatnya menjadi formulasi dari sebagian kecil Sunnatullah,” ucapnya.

Dalam pandanganya, Islam sejatinya memberikan perhatian sangat besar kepada ilmu pengetahuan. Bahkan dalam beberapa dalilnya menyebutkan keutamaan-keutamaan yang akan diraih umat jika menguasai ilmu pengetahuan tersebut. Sebab, lanjut dia, ilmu pengetahuan merupakan seluruh usaha sadar untuk memaksimalkan penggunaan akal untuk meneliti, menyelidiki dan menganalisa setiap fenomena alam serta kehidupan manusia.

“Dari tahap itu umat akan dapat meraih kebaikan serta kebahagiaan di dunia dan akherat kelak,” ungkap dia.
Prof. Basyaruddin menambahkan,saat ini posisi umat jauh ketinggalan dibandingkan kemajuan yang dicapai umat lainnya.  Bahkan saat ini umat Islam lebih banyak menjadi konsumen dari hampir seluruh kebutuhan hidup, sedangkan umat lain menjadi produsen.

Meraih Keutamaan

Dalam penjelasannya, Prof. Basyaruddin mengharapkan kepada umat untuk berusaha secara sungguh-sungguh meraih keutamaan sebagaimana yang telah diajarkan Alquran. Dan umat harus kembali pada Alquran, yakni dibaca, dikaji, direnungkan, dihayati maknanya lalu diamalkan semaksimal mungkin.

Sedangkan pembica, Dr. H. Saparuddin Siregar SE, AK, M.Ag, MA,menekankan pentingnya umat memaksimalkan fungsi masjid sebagai salah satu pondasi dasar peningkatan ekonomi serta kesejahteraan umat.

Menurut Dr Saparuddin pentingnya masjid menjadi dasar, karena kebangkitan itu sebaiknya diawali dengan melaksanakan salat yang sebaiknya secara berjemaah dan selalu dilanjutkan dengan membayar zakat, infak, sedekah maupun wakaf.

“Dengan mengawalinya dari masjid maka pintu rahmat semoga akan selalu terbuka, dimana umat juga akan meraih begitu banyak keutamaan serta rahmat Allah manakala keluar dari masjid. Sebab umat yang aktif di masjid adalah orang yang beriman dan semoga selalu mendapatkan rahmat dari Allah,”ungkapnya. (m22).

 

  • Bagikan