MUI Sumut Dukung MUI Medan Terkait Masjid Amal Silaturahim

MUI Sumut Dukung MUI Medan Terkait Masjid Amal Silaturahim

  • Bagikan
Ketua MUI Sumut, Dr H Maratua Simanjuntak. Waspada/ist
Ketua MUI Sumut, Dr H Maratua Simanjuntak. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Majelis Ulama Indonesia(MUI) Sumatera Utara pada perinsipnya mendukung MUI Kota Medan, terkait kedudukan Masjid Amal Silaturrahim.

“Ya, MUI Sumut, sebagai payung besar umat Islam, sepakat dengan MUI Kota Medan mempertahankan kedudukan Masjid Amal Silaturrahim Jl. Timah Putih Rumah Susun Sukaramai Kelurahan Sukaramai II Kecamatan Medan Area dari upaya perubuhan. Sebab statusnya memang sudah wakaf dan berkedudukan di Kota Medan”kata Ketua Umum MUI Sumut, Dr.H.Maratua Simajuntak, Selasa (24/8).

Menurutnya, keberadaan Masjid Silaturahim Amaliah,sudah dilengkapi dengan legalitas wakaf sehingga Perumnas harus cari jalan lain tanpa merubuhkan masjid.

Sebab, keberadaan masjid masa pembangunan rumah susun tidak ada masalah. Lantas mengapa, saat akan ada pembangunan apartemen disebutkan keberadaan masjid mengganggu.

Hal senada disampaikan Direktur Lembaga Advokasi Umat Islam(LADUI)MUI Sumut, Dr.Abdul Hakim Siagian.

“Ladui MUI Sumut mendukung sepenuhnya sikap MUI Medan itu tentang masjid Amal Silaturrahim bersama dengan pimpinan-pimpinan Ormas Islam Sumut,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, DP MUI Kota Medan ditandatangani, Ketua Umum
Dr. H. Hasan Matsum, M.Ag dan Sekretaris Umum Dr. H. M Syukri Albani Nasution, MA menyampaikan beberapa hal sebagai berikut :

  1. Bahwa berdasarkan notulasi hasil rapat antara MUI Kota Medan, Perumnas dan Aliansi Ormas Islam pada tanggal 01 April 2017 disepakati bahwa Masjid Amal Silaturrahim tidak akan dipindah, kesepakatan tersebut tetap dipegang oleh DP MUI Kota Medan masa khidmad 2016-2021 hingga berakhir.
  2. Bahwa DP MUI Kota Medan pada saat ini juga tetap berpegang kepada kesepakatan tersebut,yaitu menolak pemindahan Masjid Amal Silaturrahim dengan alasan dan pertimbangan hukum sebagai berikut :
    a. Direktur utama Perumnas telah menyatakan bahwa masjid tidak akan dipindah bahkan akan diperindah hal itu dinyatakan ketika peletakan batu pertama perluasan Perumnas pada tanggal 05 April 2017.
    b. PERUMNAS telah menarik kembali lahan beserta bangunan yang ada di masjid yang baru sesuai dengan surat nomor : UKARAMAI/01/1511/X/2019.
    c. Alasan hukum yang menjadi dasar penolakan tersebut adalah UU Wakaf no. 41 tahun 2004 dan PP no. 42 tahun 2006. Hal yang disyaratkan didalam PP No. 42 BAB VI Pasal 49 tahun 2006 tersebut tidak sepenuhnya terpenuhi, diantaranya yaitu Pertama, perubahan status harta benda wakaf dalam bentuk penukaran dilarang kecuali dengan izin tertulis dari Menteri
    berdasarkan pertimbangan BWI. Kedua, izin tertulis dari Menteri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat diberikan dengan pertimbangan sebagai berikut; (a) Perubahan harta benda wakaf tersebut digunakan untuk kepentingan umum sesuai dengan Rencana Umum Tatat Ruang (RUTR) berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan dan
    tidak bertentangan dengan prinsip syariah. (b) Harta benda wakaf tidak dapat dipergunakan sesuai dengan ikrar wakaf, atau (c) pertukaran dilakukan untuk keperluan keagamaan secara langsung dan mendesak.
    Dari pasal 49 tersebut yang disebutkan sebagai syarat pertukaran benda wakaf masih banyak yang belum terpenuhi.
  3. Atas hal tersebut kami menolak perpindahan masjid Amal Silaturrahim dari lahan lama yang secara sah dan mengikat telah diserahkan oleh pihak Perumnas pada tahun 1994 – 1996.(m22)
  • Bagikan