MUI Medan: Wujudkan Kesejahteraan Umat Diperlukan Kolaborasi

MUI Medan: Wujudkan Kesejahteraan Umat Diperlukan Kolaborasi

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Dr Hasan Matsum, MAg diwakili Sekretaris Umum MUI Kota Medan, Dr Syukri Albani Nst menyatakan diperlukannya kolaborasi antar lembaga dan Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam dalam mewujudkan kesejahteraan umat, dengan memberdayakan ekonomi umat Islam.

Hal ini dikatakannya saat membuka acara Seminar Kolaborasi Antar Lembaga/Ormas Islam Untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat Islam Oleh Komisi Siyasah Syar’iyyah dan Kerjasama antar lembaga MUI Kota Medan, Sabtu (20/11) di aula kantor MUI Kota Medan.

“Dari acara seminar ini diharapkan munculnya koordinasi yang sama dan terukur dari seluruh ormas Islam yang ada, untuk melihat bahwa pemberdayaan ekonomi umat adalah sebuah keniscayaan. Dan ini menjadi tugas besar masyarakat muslim Kota Medan untuk melihat fungsi dan tujuannya,” ujar Syukri.

Dikatakannya, untuk kegiatan koordinasi antar lembaga dalam rangka pemberdayaan ekonomi umat ini menjadi bagian dari salah satu program kerja di Kota Medan tahun 2021 yang menitikberatkan pada aspek kesejahteraan.

Dimana peserta yang dihadirkan hari ini adalah perwakilan dari ormas-ormas Islam yang ada dan perwakilan dari masjid serta kecamatan, untuk ikut serta menyatukan suara dan dan kebaikan pada pendekatan ekonomi.

Hadir sebagai narasumber diacara tersebut Bendahara DP MUI Kota Medan, Dr Watni Manurung, MA, Anggota LPH Khadimul Ummah MUI Kota Medan, Dr Muhammad Yafiz, MAg dan Anggota Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Kota Medan, Dr Syarifuddin Siba. Serta dihadiri beberapa pengurus Ormas Islam, BKM dan pengurus MUI Kota Medan, dengan sebelumnya laporan acara oleh Ketua Komisi Siyasah Syar’iyyah dan Kerjasama antar lembaga MUI Kota Medan Dr Pamonoran Siregar, MPdI.

Dalam paparannya, Watni Marpaung, menyatakan, peranan MUI dalam meningkatkan ekonomi umat yakni melakukan sosialisasi dan edukasi, penguatan lembaga ekonomi umat, sinergi antar berbagai simpul masyarakat serta masjid dan jamaah dalam muamalah.

“Kemudian MUI juga melalui lima komisinya yang berkaitan ekonomi umat terus menguatkan peran amil serta mendorong pemerintah memberikan kemudahan permodalan pada UMKM pelaku usaha kecil,” ucapnya.

Sementara Muhammad Yafiz, mengungkapkan, dalam membangun ekonomi umat diperlukan saling menguatkan dan aktif.

Apalagi dalam Islam ada wakaf yang merupakan aset  sangat bernilai dalam pembangunan. Peranannya dalam pemerataan kesejahteraan di kalangan umat dan penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu sasaran wakaf.

“Wakaf merupakan salah satu pilar ekonomi yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan jumlah penduduk Indonesia beragama Islam 87 persen, wakaf senilai Rp 1.000 perbulan, maka sudah mendapatkan total wakaf Rp 115 miliar perbulan. Tapi sayangnya banyak harta wakaf terlantar dalam pengelolaannya karena tidak profesional,” katanya.

Sedangkan Syarifuddin Siba memberi motivasi untuk menjadi pengusaha agar membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian. Jadi menjadi seorang pengusaha jangan tergantung kepada modal, tapi tanamkan tekad yang kuat dan selalu bersandar kepada Allah SWT.

“Belum tentu ada modal bisa jalankan usaha. Justru banyak modal tetapi tidak tahu mau usaha apa. Talenta dan keberanian mengambil sikap adalah modal yang besar jadi bukan semata-mata uang menjadi modal utama. Uang hanya sebagai penghubung. Talenta itu lah modal utama dapat menghasilkan uang.

Terpenting berani mengambil keputusan. Tantangan adalah rahmat Allah jadi jangan putus asa dan mudah menyerah. Bisnis itu bukan semudah membalikkan telapak tangan,” tuturnya. (h01)

Teks
Sekum MUI Kota Medan, Dr Syukri Albani Nst saat membuka acara
Seminar Kolaborasi Antar Lembaga/Ormas Islam Untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat Islam Oleh Komisi Siyasah Syar’iyyah dan Kerjasama antar lembaga MUI Kota Medan, Sabtu (20/11) di aula kantor MUI Kota Medan. Waspada/Yuni Naibaho

  • Bagikan