Waspada
Waspada » MUI Medan: Petaka Israel di Masjid Al Aqsha Kejahatan Internasional
Medan

MUI Medan: Petaka Israel di Masjid Al Aqsha Kejahatan Internasional

MEDAN (Waspada): Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan mengecam tindakan penyerangan terhadap Warga Palestina yang berada di Masjid Al-Aqsa oleh aparat keamanan Israel pada Jumat (7/5), karena merupakan kejahatan internasional.

Hal ini merupakan pernyataan DP MUI Kota Medan yang disampaikan Ketua Umum MUI Kota Medan, Dr Hasan Matsum, MA didampingi Ketua Kokisi Hukum dan HAM MUI Kota Medan, Majda El Muhtaj, M.Hum dan pengurus lainnya, kepada Waspada, Selasa (11/5).

Dikatakan Dr Hasan Matsum, aksi brutalitas yang dilakukan polisi Israel kepada masyarakat muslim Palestina yang bermukim di kawasan Sheikh Jarrah, bagian timur Yerusalem yang tengah menjalankan ibadah Ramadhan di Masjid al Aqsha, merupakan bentuk pengingkaran terhadap penghormatan kebebasan pelaksananaan ajaran Islam dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

“Aksi biadab Israel ini selain mencerminkan ketidakpatuhan pada konsensus internasional untuk menghindari diri dari tindakan-tindakan provokatif terkait pemanfaatan fungsi ibadah bagi umat Islam di Masjid al-Aqsha, juga semakin mengartikulasikan kekerasan sistematis yang didorong oleh sikap penuh kebencian, permusuhan, kekerasan, kesombongan dan kebodohan,” tegasnya.

Korban Kebiadaban

Diketahui, bentrokan tak terelakkan dan dua ratusan lebih masyarakat Islam, termasuk kelompok rentan anak-anak, perempuan dan lanjut usia, menjadi korban kebiadaban polisi Israel.

Penghormatan kepada Masjid al-Aqsha sebagai salah satu tempat ibadah suci umat Islam di dunia secara terang dan jelas diabaikan oleh Pemerintah Israel.

“MUI Kota Medan dengan ini mengecam dan menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas perilaku merendahkan dan tidak terpuji tersebut,” katanya.

Untuk itu MUI Kota Medan mengambil sikap, mngutuk kebiadaban Pemerintah Israel yang masih terus melakukan kekerasan dalam berbagai bentuknya seperti teror, intimidasi dan penembakan kepada warga masyarakat Palestina, termasuk kepada kelompok-kelompok rentan anak-anak, perempuan dan lanjut usia.

Kemudian, mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui otoritas Sekretaris Jenderal PBB untuk menegur dan menuntut Perdana Menteri dan otoritas Israel untuk menghentikan segera dan efektif segala tindakan provokatif, kekerasaan, penganiayaan dan penembakan terhadap masyarakat Palestina yang menjalankan ibadah di Masjid al-Aqsha dan masyarakat Pelestina lainnya yang berdiam, bertahan dan berjuang mempertahankan wilayah sah mereka dari tindakan pencaplokan dan pendudukan Israel.

Selanjutnya, mendesak PBB melalui otoritas Sekretaris Jenderal PBB untuk mengoptimalisasikan fungsi organ-organ utama PBB dan sekaligus menggunakan mekanisme hukum-hukum kebiasaan internasional (international customary laws) sebagai jus cogens (compelling law) untuk menegakkan keadilan, HAM dan perdamaian dunia, sebagaimana mandat Piagam PBB tahun 1945.

MUI Kota Medan juga mendukung dan mendorong langkah-langkah investigatif dan penuntutan melalui mekanisme International Criminal Court (ICC) Rome Statute terhadap otoritas Israel di yurisdiksi teritorial pendudukan Israel sejak 1967, termasuk Gaza dan Tepi Barat (West Bank) di Yerusalem Timur, sebagaimana mandat Resolusi Majelis Umum PBB 67/19.

“Kepada Pemerintah dan masyarakat Indonesia, kita juga meminta agar senantiasa berjuang menggunakan langkah-langkah diplomatis dan kolaboratif mendukung perjuangan kemerdekaan dan kemartabatan bangsa dan negara Palestina,” tuturnya.

Dr Hasan Matsum juga meminta semua umat Islam untuk mendoakan umat Islam Palestina, semoga Allah SWT meridhai perjuangan rakyat dan bangsa Palestina menjadi negara bermartabat dan merdeka. (h01)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2