Waspada
Waspada » MUI Ingatkan Umat Islam Bacakan Kisah Nabi Muhammad SAW Pada Anak
Medan

MUI Ingatkan Umat Islam Bacakan Kisah Nabi Muhammad SAW Pada Anak

SEKRETARIS MUI Sumut Dr H Ardiansyah. MUI ingatkan Umat Islam bacakan kisah Maulid Nabi Muhmad SAW pada anak. Waspada/Ist
SEKRETARIS MUI Sumut Dr H Ardiansyah. MUI ingatkan Umat Islam bacakan kisah Maulid Nabi Muhmad SAW pada anak. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, ingatkan umat Islam untuk bacakan kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW pada anak.

MUI ingatkan umat Islam bacakan kisah kehidupan mulia Nabi Muhammad SAW kepada anak dan dzurriyyat (keturunan) kita, dengan membacakan riwayat-riwayat yang tertulis dalam kitab Barzanji karya Syekh Ja’far bin Hasan al-Barzanji.

Hal itu disampaikan Sekretaris MUI Sumut Dr H Ardiansyah (foto) sekaitan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Kamis (29/10).

Ardiansyah juga ajak umat Islam untuk meneladani akhlak Agung Nabi Muhammad SAW dengan menjadi orang yang bermanfaat bukan memanfaatkan orang lain.

Nabi SAW hidup dengan kesederhanaan serta sangat mencintai anak yatim dan fakir-miskin. Sampai-sampai beliau bersabda: “Aku dan orang-orang yg menyantuni anak yatim seperti ini di dalam surga” sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya. Maksudnya, bersama beliau dan kelak sangat dekat di surga.

Untuk itu, sambung dia, MUI SU mengimbau agar dalam masa Pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung ini, agar umat Islam saling peduli dengan sesama dan menjaga kesehatan dengan mengikuti protokol kesehatan yang disampaikan oleh pemerintah.

“Kegiatan kita fakus kepada edukasi masyarakat untuk hidup sehat sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW, seperti makan dan minum dari yang halal dan thayyib (bergizi). Masyarakat kita harus terus beradaptasi dengan gaya hidup baru (new normal) yang merupakan takdir ketetapan Allah SWT,” katanya.

Dia juga menyebutkan, kita tidak dapat menyalahkan atau menentang takdir. Namun, bagaimana cara terbaik kita dalam menghadapi takdir itu sendiri dgn mengikuti jejak kehidupan Nabi SAW.

Kehidupan Mulia

Untuk itu, lanjut Ardiansyah, MUI SU mengingatkan kita semua untuk kembali membacakan kisah kehidupan mulia Nabi Muhammad SAW kepada anak dan dzurriyyat (keturunan) kita dengan membacakan riwayat-riwayat yang tertulis dalam kitab Barzanji karya Syekh Ja’far bin Hasan al-Barzanji.

Dalam kitab ini tertera kisah hidup nabi yang mulia yang disusun dengan untaian bait syair yang sangat menarik.

“Sedikit kisah yang bisa diceritakan antaranya, Nabi Muhammad SAW lahir dari pasangan Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahab. Sayangnya, ayah beliau Abdullah meninggal ketika Nabi Muhammad masih berada dalam kandungan sang ibu. Jadi, dia telah menjadi yatim bahkan sebelum dilahirkan.

Nabi Muhammad, lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Gajah,bertepatan dengan hari Senin, 20 April tahun 571 Masehi. Sesuai adat setempat, Nabi Muhammad dititipkan kepada Halimatussa’diah untuk disusui dan dibesarkan bersama anak-anak Halimah,” papar Ardiansyah.

DIa sembari menambahkan kisah-kisah Nabi Muhammad SAW harus dipopulerkan agar generasi Islam punya referensi siapa Nabi Muhammad sebagai pembawa ajaran Islam.(m22)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2