Waspada
Waspada » MPTW Mohon PN Medan Segera Eksekusi  Lahan Madrasah Arabiah
Medan

MPTW Mohon PN Medan Segera Eksekusi  Lahan Madrasah Arabiah

MASYARAKAT Pembela Tanah Wakaf (MPTW) usai menyaksikan peninjauan objek eksekusi di Jl. Kuda No 18-B Kel Pandau Hulu I Kec Medan Kota. MPTW Mohon PN Medan segera eksekusi  lahan Madrasah Arabiah. Waspada/ist
MASYARAKAT Pembela Tanah Wakaf (MPTW) usai menyaksikan peninjauan objek eksekusi di Jl. Kuda No 18-B Kel Pandau Hulu I Kec Medan Kota. MPTW Mohon PN Medan segera eksekusi  lahan Madrasah Arabiah. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Masyarakat Pembela Tanah Wakaf (MPTW) bermohon agar Pengadilan Negeri (PN) Medan segera melaksanakan eksekusi lahan bekas Madrasah Arabiah Islamiah di Jl  Kuda, Medan.

Desakan eksekusi demi memberikan keadilan dan kepastian hukum kepada masyarakat pemohon keadilan, sehingga tanah wakaf tersebut bisa kembali kepada umat.

“Demi terwujudnya rasa keadilan dan kepastian hukum, MPTW bermohon agar ketua PN Medan segera melaksanakan eksekusi terhadap tanah berikut bangunan di Jl. Kuda No 18-B Kel Pandau Hulu I Kec Medan Kota agar tanah wakaf tersebut bisa kembali kepada umat,”ucap Abdul Latif Balatif, mewakili MPTW usai menghadiri peninjauan objek eksekusi oleh petugas juru sita pengganti (JSP) PN Medan, Rabu (24/2).

Abdul Latif Balatif menjelaskan, peninjauan objek eksekusi tanah berikut bangunannya di atasnya dengan luas 218 m² yang terletak di Jl Kuda No. 18B, Kel Pandau Hulu I, Kec Medan Kota sebagaimana berdasarkan Akta Jual Beli Nomor 668/MA/VII/1997, yang dikuatkan dengan Sertifikat HGB Nomor 1167, Pandau Hulu I tanggal 4 Februari 1997.

“Saat ini dikuasai oleh Lim Sum San alias Halim Tjipa Sanjaya  dan Oei Giok Leng dahulu Tergugat IV dan V, dan tanah berikut bangunan di atasnya dengan luas 94 m² yang terletak di Jl Kuda No. 18D, Kel Pandau Hulu I, Kec Medan Kota,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan, tanah itu, sebagaimana berdasarkan Sertifikat HGB 1169 Pandau Hulu I tanggal 04 Februari 1997 yang saat itu dikuasai oleh Yayasan Sech Oemar Bin Salmin Bahadjadj dan  Ir Ali Umar Bin Salmin Bahadjadj dahulu Tergugat I dan II.

Pengukuran

Dalam peninjauan objek eksekusi tersebut Jurusita Pengganti (JSP) PN Medan telah melakukan pengukuran atas sebidang tanah yang akan dieksekusi dalam waktu dekat ini.

“Masyarakat Pembela Tanah Wakaf (MPTW) dan warga sekitar mengucapkan terimakasih kepada pihak Jurusita Pengganti (JSP) PN Medan yang telah melaksanakan peninjauan atas objek eksekusi serta tim advokasi pembela  tanah wakaf H Abdul Salam Karim Bahadjad dan kawan-kawan,” ujarnya.
Dijelaskan Abdul Balatif permohonan eksekusi atas tindak lanjut permohonan eksekusi sebelumnya Jo Sita

Eksekusi dan Eksekusi Pengosongan Berdasarkan Penetapan Nomor: 52/Eks/2017/270/Pdt.G/2000/PN.Mdn, atas Putusan Nomor: 270/Pdt.G/2000/PN Medan, Jo Putusan Pengadilan Tinggi Nomor: 265/Pdt.G/2001/PT.Mdn, Jo Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor: 995/K/Pdt./2002, Jo Putusan Peninjauan Kembali Nomor: 07/PK/Pdt/2009 yang telah berkekuatan hukum tetap (Incracht Van Gewijsde) tertanggal 11 Januari 2020.

Turut hadir dalam peninjauan objek eksekusi ini, antara lain LBH Medan sebagai kuasa hukum dari pihak pemohon yang diwakili oleh Irvan Saputra SH MH dan Marcelinus Duha SH, kuasa hukum dari pihak termohon, aparatur Kelurahan Pandau Hulu I dan MPTW serta masyarakat setempat. (m32)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2