Menteri BUMN Dukung SumutKembangkan Tanaman Obat

Menteri BUMN Dukung Sumut Kembangkan Tanaman Obat

  • Bagikan
Menteri BUMN Erick Thohir, dan rombongan, saat dijamu makam bersama denga Gubsu Edy Rahmayadi, dan Wagubsu Musa Rajekshah. Waspada/Ist
Menteri BUMN Erick Thohir, dan rombongan, saat dijamu makam bersama denga Gubsu Edy Rahmayadi, dan Wagubsu Musa Rajekshah. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Menteri BUMN Erick Thohir, mengaku sangat mendukung tanaman obat keluarga untuk dikembangkan di Sumut. Karena daerah ini terkenal dengan dengan sumber daya alamnya. Termasuk sangat potensial untuk pengembangan tananam obat-obatan herbal.

Pernyataan itu disampaikan Erick Thohir, Jumat (25/6) malam. Yakni pada jamuan makan malam dengan Gubsu Edy Rahmayadi dan Wagubsu Musa Rajekshah (Ijeck). Makan malam dilaksanakan di kediaman pribadi keluarga istri Wagubsu Sri Ayu Mihari, di Jl. Medan Area Selatan.

Pada acara makan malam bersama itu, dibahas juga berbagai potensi yang ada di Sumut. Termasuk sumber daya alam yang dinilai potensial untuk pengembangan anekan tanaman obat-obatan herbal.

Dikatakan Erick Thohir, kebetulan pihaknya melalui PT. Indofarma, sekarang ini sedang fokus untuk memastikan supply chain (rantai pasokan) untuk obat-obatan herbal.

Karena rumah sakit (RS) yang berada di bawah naungan BUMN sudah dimintanya untuk terbuka dengan obat-obat herbal, tidak hanya tergantung pada obat kimia.

Selain pengembangan tanamam obat, Erick Thohir menilai, perlu juga dilakukan pengembangan industri untuk menghasilkan produk-produk turunan komoditas yanh dihasilkan Sumut.

“Sumut sejak zaman dahulu memang sudah terkenal akan sumber daya alamnya. Untuk itu, sekarang kita perlu melakukan hilirisasi,” kayanya.

Erick juga mengaku sudah melihat beberapa pabrik yang ada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, yang bisa meningkatkan ekonomi dan membuka lapangan kerja.

“Dan saya sudah meminta kepada BUMN yang mengelola KEK Sei Mangkei, agar dapat menjadikan tanah-tanah yang berada di sekitaran kawasan tersebut, bisa menjadi investasi yang murah bagi para pabrik yang ingin membangun pabriknya di sana. Jangan malah dipersulit,” katanya.

Disebutkan Erick, dari laporan pihak SEI Mangkei, akan ada tambahan 60 hektar lahan untuk investasi baru. “Namun untuk mendukung investasi, harus ada sarannya yang diperbaiki seperti layanan kereta api dan lainnya,” tambahnya.

Terjalin Kolaborasi

Sementara itu, Gubsu Edy Rahmayadi berharap, dengan kehadiran Menteri BUMN ke Sumut, terjalin kolaborasi antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah. Tujuannya untuk meningkatkan perekonomian yang ada di Sumut.

“Beliau (Erick Thohir) adalah perwakilan dari pemerintah pusat yang sedang melihat Sumut. Pastinya dengan kunjunganya ini, bisa melihat langsung kesulitan yang ada, dan bisa meningkatkan perekonomian kita,” katanya.

Sebelumnya, pada Jumat siang, Menteri BUMN Erick Thohir, mengunjungi Kebun Tanaman Obat Keluarga (Toga) milik PT. Socfindo Indonesia, di Desa Martebing, Kec.Dolok Masihul, Kab. Serdangbedagai, dan KEK Sei Sei Mangkei. (m07).

 

 

  • Bagikan