Melayu Harus Jadi Perekat Bangsa
banner 325x300

Melayu Harus Jadi Perekat  Bangsa

  • Bagikan
SEKDA Provsu DR Ir Hj Raja Sabrina Msi meminta semua suku Melayu yang ada di Indonesia, termasuk di Labuhan Batu untuk jadi perekat bangsa. Waspada/Partono Budy
SEKDA Provsu DR Ir Hj Raja Sabrina Msi meminta semua suku Melayu yang ada di Indonesia, termasuk di Labuhan Batu untuk jadi perekat bangsa. Waspada/Partono Budy

MEDAN (Waspada): Sekda Provsu DR Ir Hj Raja Sabrina Msi meminta semua suku Melayu di Labuhan Batu harus jadi perekat bangsa.

“ Ke depannya gak boleh pisah lagi, Melayu harus jadi perekat bangsa kita,” kata Sekda Hj Sabrina di Labuhan Batu, Sabtu (14/3).

Dia mengatakan hal itu pada acara  penabalan Sultan Bilah X, di Komplek Masjid Sultan Adil Bidar Alam, Jalan Besar Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhan Batu.

Sekda berharap semua warga Melayu juga harus jadi  pemersatu seluruh zuriat kesultanan Bilah dan warga Melayu yang berada di Pantai Timur Sumatera.

Hadir dalam penabalan yang digagas Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU) diketuai Azhari AM Sinik itu, budayawan Melayu dan jurnalis senior Sumatera Utara Zaidan BS, Sultan Bilah X, Tuanku Muhamad Risfansyah Bidar Alam, dan mewakili Sultan Asahan Wan Edmansyah Ginting SE.

Juga, dua anggota DPR RI, Datuk Seri Prof Dr  Johar Arifin Husin dan Wan Gus Irawan Pasaribu.

Hadir DR H Sakhyan Asmara, MSP bergelar Datuk Wangsa Diraja Serdang, Datuk Dr Ismail Effendy M Si,  Rektor Institut Kesehatan Helvetia  Medan.

Datuk Adil Iberham dari Kedatukan sepuluh Dua Kuta, Datuk Syahlafati dari Kedatukan Sunggal .

Tengku Muhamad Iqbal dari Kesultanan Asahan, Tengku Ais Sinar dari Kesultanan Serdang, H Said Aldi Al Idrus dari Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Indonesia

H Arifin SH, Raja Prapat, H Zainal Yunus SH, Raja Siringo-ringo, H Bahlan Nasution Raja Gunung Meriah, Zulham Rambe Raja Tanjung Medan, dan Raja Bilah Raya, Aswad.

Kontribusi

Dengan penabalan T Muhamad Risfansyah Bidar Alam menjadi Sultan Bilah X, Sekda Provsu Hj Sabrina berharap, Kesultanan-kesultanan Melayu dapat meningkatkan kebersamaan menegakkan sejarah, cita-cita perjuangan dan budaya Melayu.

Sekaligus menjadi modal utama berkontribusi pembangunan Sumut.

Menurut Sabrina, Kesultanan Bilah X akan memacu semangat persatuan warga Melayu, khususnya di wilayah Bilah Hilir.

“Bukan kita mau gagah-gagahan atau seperti kerajaan-kerajaan bermasalah yang di Pulau Jawa kemarin itu, oh tidak,” katanya.

Tapi lebih pada terhimpunnya persatuan kita untuk turut membangun Sumut dari aspek sejarah dan budaya,” katanya.

Secara pribadi, dirinya terpanggil untuk turut mengeksiskan Kesultanan Bilah X. Sebab ia merupakan cucu dari salah satu pendiri Kesultanan Bilah X.

“Jadi mari kita sama-sama bersatu dan turut memberi andil membangun Sumut,” harapnya.

“Melayu adalah salah satu yang dihormati karena ketekunan dalam prinsip hidup berbudaya dan karena pengaruhnya bagi kemajuan peradaban bangsa Indonesia,” katanya.

“Ayo orang-orang suku Melayu semakin menunjukkan kebolehan dan keterampilannya untuk mewujudkan dan mewarnai perubahan menuju masyarakat yang sejahtera” tutur Sabrina.

Ke depan, setelah sultan dikukuhkan, diharapkan dapat melanjutkan gelar estafet Kesultanan Bilah.

“Kami ingatkan kembali adapun penabalan ini untuk keberlanjutan pemangku kesultanan adat, mengingatkan generasi kita bahwa adat kita masih dilestarikan,” tambahnya.

Sementara itu, anggota DPR RI Wan Gus Irawan Pasaribu mengapresiasi penabalan Sultan Bilah X.

“Kita apresiasi ini (penabalan), semoga  tidak hanya jadi pemersatu di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional,” kata Gus Irawan kepada Waspada, usai penabalan.

Dia juga menyampaikan apresiasinya kepada Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU) yang menggagas acara penabalan Sultan Bilah X. (cpb)

  • Bagikan