Waspada
Waspada » Masyarakat Sumut Harus Dukung PSBB
Medan

Masyarakat Sumut Harus Dukung PSBB

PENGAMAT kebijakan publik, Dr H Sakhyan Asmara, MSP. Masyarakat Sumut harus dukung PSBB akhiri pandemi Covid-19. Waspada/Ist
PENGAMAT kebijakan publik, Dr H Sakhyan Asmara, MSP. Masyarakat Sumut harus dukung PSBB akhiri pandemi Covid-19. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Masyarakat Sumut harus dukung kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB untuk akhiri penyebaran pandemi Covid-19.

“Masyarakat Sumut harus dukung penuh kebijakan PSBB, bukan hanya akhiri pandemi Covid-19, tetapi juga memberi kenyamanan bagi kita semua,” kata pengamat kebijakan publik, Dr H Sakhyan Asmara, MSP (foto) kepada Waspada di Medan, Jumat (10/4).

Dosen Senior FISIP USU ini menilai, kebijakan PSBB sangat tepat, mengingat pandemi yang ditimbulkan oleh wabah virus Corona ini semakin hari semakin mengkhawatirkan.

DKI Jakarta merupakan provinsi pertama yang menjalankan PSBB terhitung mulai 10 April 2020.

Permenkes 9 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB ditetapkan 3 April 2020 oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan dilaksanakan dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

Peraturan ini merupakan kelanjutan dari Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020, yang ditetapkan 31 Maret 2020 tentang PSBB terkait Covid-19.

Merujuk pada PP Nomor 21 Tahun 2020, kepala daerah yang ingin menerapkan PSBB harus meminta izin ke Menkes, dengan sejumlah syarat dan data yang menunjukkan peningkatan dan penyebaran kasus virus Corona yang signifikan dan cepat,

Selanjutnya, Menkes pun berkonsultasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional mengenai ajuan kepala daerah tersebut, sebelum memutuskan apakah perlu penerapan PSBB.

Jika nantinya diterapkan di Sumut, PSBB akan memperketat masyarakat dengan 6 pembatasan, yakni mencakup peliburan sekolah dan tempat kerja, disusul pembatasan kegiatan keagamaan, kegiatan di tempat atau fasilitas umum.

Kemudian pembatasan kegiatan sosial dan budaya, pembatasan moda transportasi dan pembatasan kegiatan lainnya, khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan.

Merespon hal ini, Dr Sakhyan Asmara mengakui, kebijakan PSBB berdampak besar bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

“Oleh karena itu, penerapan kebijakan ini harus dilakukan dengan penuh hati-hati di setiap daerah,” ujar Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIK) Pembangunan Medan ini.

“Gubernur Edy Rahmayadi sedang melakukan kajian mendalam. dan tentu penerapannya akan mempertimbangkan berbagai faktor, kemudian baru dilaksanakan,” katanya.

“Bagi kita masyarakat, bagaimanapun bentuk kebijakan itu, harus kita dukung dan kita patuhi,” katanya.

Tidak Perlu Berdebat

Pandemi yang ditimbulkan oleh virus Corona di Tanah Air akhir-akhir ini makin mengkhawatirkan.

Jumlah yang positif Corona semakin hari dilaporkan bertambah, begitu pula yang meninggal dunia akibat virus tersebut juga semakin membesar jumlahnya.

Namun tidak dapat dipungkiri, jumlah yang sembuh pun cukup besar meski belum menggembirakan.

Untuk di Sumatera Utara, terlihat  belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Malah sebaliknya justru cenderung meningkat.

Menurut Sakhyan, kita tidak perlu berdebat dan menciptakan polemik tentang kebijakan apapun yang dilakukan pemerintah terkait dengan Covid 19.

Sebab, yang sedang kita hadapi adalah bahaya besar. “Oleh sebab itu, kita harus satu komando. Di Provinsi, komando itu ada di tangan gubernur,” ujarnya.

Karenanya, kebijakan PSBB harus didukung, karena pasti demi kepentingan, kenyamanan, keamanan dan kesehatan masyarakat.

“Kita doakan saja semoga musibah ini segera bisa berhenti dan memberi kenyamanan buat kita semua,” katanya.

Sedangkan bagi umat Islam yang akan memasuki bulan suci Ramadhan, maka kebijakan PSSB harus diambil hikmahnya, dengan cara berkonsentrasi menjalankan ibadah sesuai anjuran pemerintah.

“Tidak perlu mbalelo atau melawan kebijakan pemerintah. Sekali lagi yang perlu difahami bahwa yang kita hadapi adalah ancaman besar dan taruhannya adalah nyawa,” katanya.

“Demi kepentingan bersama, menurut saya, ritual ibadah bulan suci Ramadhan dilaksanakan sesuai dengan petunjuk pemerintah,” katanya.

“Mari kita gunakan kesempatan ini untuk berdoa secara khusuk agar kita segera keluar dari musibah virus Corona ini, ” pungkasnya. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2