Waspada
Waspada » Masyarakat Medan Keluhkan Sulit Akses Informasi Vaksinasi
Medan

Masyarakat Medan Keluhkan Sulit Akses Informasi Vaksinasi

INFORMASI. Saat ini masyarakat Kota Medan mengeluhkan sulit mengakses informasi vaksinasi. Ilustrasi
INFORMASI. Saat ini masyarakat Kota Medan mengeluhkan sulit mengakses informasi vaksinasi. Ilustrasi

MEDAN (Waspada): Saat ini masyarakat Kota Medan mengeluhkan sulit mengakses informasi vaksinasi. Biasanya, warga yang telah divaksin langsung mendapat informasi lebih lanjut melalui SMS Kemenkes RI.

Bahkan, warga juga tidak langsung mendapatkan informasi soal sertifikat ataupun tanggal vaksin berikutnya bagi warga yang masih melakukan vaksin dosis pertama melalui SMS.

Parahnya ada dua warga yang mau divaksin, namun keduanya ditolak petugas karena nama mereka tidak ada di database vaksin pertama.

“Padahal sudah diberitahukan, bahwa vaksin pertama telah dilakukan,” kata HS warga Medan yang enggan menyebutkan nama lengkapnya pada Kamis (10/6).

Sementara, ZL warga Medan lainnya juga mengaku bingung karena tidak mendapatkan informasi lebih lanjut terkait vaksinasi dan sertifikat.

“Bingung juga kita gak ada info lanjutnya. Orang gak percaya kalau kita sudah divaksin satu atau dua kali. Gak mungkin juga kita tunjukkan foto waktu divaksin satu atau dua,” keluhnya.

Menanggapi hal itu, salah satu petugas aplikasi P-Care Dinas Kesehatan Sumut dr Sondah Sari MKes mengatakan aplikasi P-Care ditahan Polda Sumut selama 120 hari ke depan.

“120 hari dari tanggal 30 Mei. Aplikasi itu ditahan kemungkinan karena kasus penyalahgunaan vaksinasi yang ditangani pihak Pold Sumut,” ujarnya.

Tiga Fungsi Penting

Seperti diketahui, P-Care memiliki tiga fungsi penting yaitu sebagai supporting system proses registrasi siapa saja yang berhak menerima vaksin, langkah awal pemindaian atau screening status kesehatan calon penerima vaksin.

Menyimpan pencatatan dan pelaporan hasil pelayanan vaksinasi. Selain itu, seluruh data terkait vaksinasi ini dikelola lewat Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Covid-19.

Semua data akan terintegrasi dalam satu sistem informasi, antara lain pendataan calon penerima, pendaftaran dan verifikasi calon penerima, hingga penetapan lokasi dan informasi jadwal layanan vaksinasi.
Dengan kata lain, penerapan aplikasi ini tidak terlepas dari upaya pemerintah untuk menjaga kelancaran program vaksinasi di masyarakat. (cbud)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2