Waspada
Waspada » Masyarakat Diminta Tetap Beraktivitas Dengan Adaptasi Baru
Medan

Masyarakat Diminta Tetap Beraktivitas Dengan Adaptasi Baru

KEPALA Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan. Masyarakat diminta tetap beraktivitas dengan adaptasi baru. Waspada/Ist
KEPALA Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan. Masyarakat diminta tetap beraktivitas dengan adaptasi baru. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Masyarakat diminta tetap beraktivitas dengan adaptasi baru dalam suasana pandemi Covid-19.

Masyarakat diminta tetap beraktivitas dengan adaptasi baru, namun tetap mematuhi protokol kesehatan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan, kepada Waspada, Selasa, (28/7) di Medan.

Dia mengatakan, dirinya dan pemerintah Sumatera Utara (Pemprovsu) telah berupaya bagaimana masyarakat bisa beraktivitas dengan aman meskipun di tengah pandemi Covid-19

“Inilah kajian kita, sembari berupaya bagaimana masyarakat bisa beraktivitas dengan aman tapi tetap melakukan protokol kesehatan dengan melakukan adaptasi kebiasaan baru.

Dari kajian yang kita simpulkan, bahwa kita tidak bisa terus menerus berdiam diri dalam suasana yang tidak beraktivitas.

Dari kajian bermulanya pandemi ini hingga memasuki new normal, akan digantikan dengan istilah adaptasi kebiasaan baru.

Melakukan adaptasi dengan kebiasaan baru ini dengan minimal melakukan 3 M.

Kebiasaan baru dengan 3 M itu lanjut Alwi, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

“Tiga kebiasaan ini sangat penting kita lakukan begitupun dengan masyarakat guna menekan dan memutus rantai penyebaran virus Covid-19, ” ujar Alwi.

Kembali kita mengingatkan agar masyarakat tetap patuh melaksanakan protokol kesehatan di manapun berada.

Begitupun dengan perkantoran yang saat ini menjadi kluster, kita menghimbau untuk menjalankan protokol kesehatan secara ketat di kantor masing-masing,ujar Alwi.

Tahapan Pemulasaraan

Menyikapi Vidio viral saat menjalankan jenazah yang beredar di masyarakat, Alwi mengatakan, dia juga mendapat kiriman vidio tersebut.

Dia mengaku tidak mengetahui kejadian itu di mana.

Alwi menambahkan terkait pasien Covid-19 yang meninggal, maka pasien akan menjalani tahapan pemulasaraan jenazah oleh pihak medis dan dimasukkan ke dalam peti mati.

“Pasien ditangani dengan protokol Covid-19, setelelah dikafani dibungkus dalam plastik dan dimasukkan dalam peti mati. Mau dimakamkan di mana saja boleh sebenarnya,”ujarnya.

Tetapi, selama ini, katanya, masyarakat ada yang melakukan penolakan. Makanya, ada pemakaman khusus Covid-19.

Jenazah boleh dibawa keluarga dan dimakamkan.

Namun, lanjut Alwi, harus ada yang bisa menjamin dan memastikan bahwa peti mati jenazah tidak boleh dibuka lagi.

Menurut Alwi, keluarga pasien tidak perlu khawatir karena pemulasaraan jenazah dilakukan dengan layak.

“Ke depannya, perwakilan keluarga boleh menyaksikan pemulasaraan jenazah melalui tayangan. Semacam ada CCTV yang bisa disaksikan perwakilan keluarga untuk memastikan bahwa pemulasaraan jenazah memang dilakukan dengan layak,” ucap Alwi.

Lebih lanjut terkait penanganan jenazah, Alwi mengatakan GTPP Sumut telah melakukan rapat Tata Laksana Pemulasaran dan Pemakaman Jenazah Terpapar Covid-19.

Tujuannya, untuk menciptakan sistem yang lebih baik dan efisien dalam melaksanakan penanganan jenazah Covid-19 yang masih sering menghadapi beberapa persoalan di lapangan.

Hasilnya, akan disosialisasikan beberapa hari kedepan kepada masyarakat.

Diketahui, Fatwa MUI Nomor 16 Tahun 2020 memuat tentang Pedoman Pengurusan Jenazah Muslim yang terinfeksi Covid-19.

Aturan dilakukan dengan tahapan pemandian jenazah atau ditayamumkan, dikafani dan dimasukkan ke dalam kantong jenazah yang aman dan tidak tembus air untuk mencegah penyebaran virus.

Disunnahkan menyegerakan salat jenazah setelah dikafani.

Setelah pengafanan selesai, jenazah dimasukkan ke dalam peti jenazah yang tidak tembus air dan udara dengan dimiringkan ke kanan.

Sehingga, saat dikuburkan jenazah menghadap ke kiblat. Pemakaman dilakukan oleh umat Islam secara langsung minimal hadir satu orang.

Jika tidak memungkinkan, boleh disalatkan di kuburan sebelum atau sesudah dimakamkan.

Jika tidak memungkinkan juga, maka boleh disalatkan dari jauh, ujarnya (clin)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2