Waspada
Waspada » Masyarakat Diminta Tak Berlebihan Sikapi HRS
Medan

Masyarakat Diminta Tak Berlebihan Sikapi HRS

ANGGOTA DPRD Sumut Abdul Rahim Siregar. Masyarakat diminta tak berlebihan sikapi HRS. Waspada/Ist
ANGGOTA DPRD Sumut Abdul Rahim Siregar. Masyarakat diminta tak berlebihan sikapi HRS. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Masyarakat diminta untuk tak berlebihan sikapi kehadiran Habib Rizieq Shihab (HRS) yang berencana berkunjung ke Medan.

Seluruh elemen masyarakat diminta untuk tak berlebihan sikapi rencana kehadiran HRS itu, karena dikhawatirkan dapat mengganggu ketentraman warga di masa pandemi Covid-19 dan jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 9 Desember pekan depan.

Hal itu disampaikan dua anggota DPRD Sumut, Abdul Rahim Siregar, dan M Faisal serta elemen mahasiswa kepada Waspada secara terpisah, di Medan, Rabu (2/12).

Mereka merespon aksi demo yang akhir-akhir ini marak terkait rencana kunjungan HRS ke Medan. Aksi serupa tidak hanya terjadi di Medan, tetapi hampir sebagian besar provinsi di Indonesia.

Merespon itu. anggota DPRD Sumut Abdul Rahim Siregar (foto) menegaskan, adalah hak setiap warga maupun kelompok masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan dibenarkan oleh undang-undang.

“Namun sama halnya dengan hak setiap warga, termasuk HRS untuk berkunjung di daerah lain, sehingga terkesan tidak etis kemudian ada pihak yang berusaha menolak,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

“Kecuali yang bersangkutan sudah dikenakan pencekalan tidak dibolehkan datang atau berkunjung ke daerah lain,” imbuhnya.

Terkait adanya dugaan ujaran kebencian, yang kemudian dikaitkan dengan sosok HRS, Rahim menyebutkan itu adalah domainnya aparat berwenang.

“Kalau karena ada rasa tidak senang, ya silakan saja sampaikan, tetapi yang tertib, santun dan sebaiknya tidak berkumpul dalam jumlah besar karena saat ini kita dalam kondisi Covid-19,” katanya.

Hal yang sama dikemukakan anggota DPRD Sumut, M Faisal yang mengingatkan elemen masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, terutama jelang pilkada yang tinggal hitungan hari.

“Mari kita jaga ketentraman dan kekondusifan hingga nanti hari pencoblosan agar berjalan lancar, aman dan terkendali,” kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Ganggu Kenyamanan

Terkait kedatangan sang ulama, senada dengan sejwatnya, Rahim Faisal menyebutkan,  masyarakat diminta untuk tak berlebihan sikapi rencana kehadiran HRS, karena itu bisa membawa dampak, apalagi menyinggung agama tertentu.

Faisal menambahkan, merespon berlebihan apalagi dengan membakar ban dan spanduk serta berkumpul dalam jumlah besar tentu menganggu kenyamanan masyarakat secara keseluruhan.

Berbeda dengan Ketua Pengurus Wilayah (PW) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumut Akhir Rangkuti, yang menyesalkan adanya penolakan terhadap HRS di Medan.

“Sebenarnya kalau ditanya banyak juga ceramahnya yang tidak pas, sekarang yang kita lihat dia bukan ceramah, tapi kebebasan demokrasi itu. Dia ini bukan buronan, bukan tawanan politik, orang merdeka dia,” ungkapnya.

Karenanya, dia mengimbau untuk memberikan kebebasan berdemokrasi, namun sepakat jika kemudian masalah berkaitan dugaan pelanggaran HRS diserahkan ke pihak berwenang. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2