Mantan Pecandu Diharapkan Jadi Duta Antinarkoba

  • Bagikan
KETUA Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto (kiri) berbincang dengan Ali, mantan pecandu narkoba pada pelatihan barbershop yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sumut (Kesbangpol), bekerja sama dengan Komisi A DPRD Sumut, di Gedung H Hanif Lantai III, Asrama Haji, Medan, Sabtu (4/12). Waspada/Ist
KETUA Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto (kiri) berbincang dengan Ali, mantan pecandu narkoba pada pelatihan barbershop yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sumut (Kesbangpol), bekerja sama dengan Komisi A DPRD Sumut, di Gedung H Hanif Lantai III, Asrama Haji, Medan, Sabtu (4/12). Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Ketua Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto, berharap mantan pecandu dapat mengukir prestasi melalui pelatihan barbershop (pangkas rambut) dan diharapkan kelak dapat menjadi duta antinarkoba.

Hal itu disampaikan Hendro ketika berbincang dengan sejumlah pecandu pada pelatihan barbershop bagi mantan pecandu narkoba yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumut di Gedung H Hanif Lantai III, Asrama Haji, Medan, mulai 9 Nopember hingga Sabtu 4 Desember 2021.

Acara yang digelar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan merupakan kerja sama Pemprovsu melalui Kesbangpolinmas dengan Komisi A DPRD Sumut.

Menurut panita acara, Eka, peserta yang hadir sebanyak 24 orang dari 30 yang diundang dan seluruhnya dibekali dengan pelatihan potong rambut, dan juga diberikan seperangkat alat pangkas serta uang saku selama pelatihan berlangsung.

Menyikapi itu, Hendro mengapresiasi upaya yang ditempuh Kesbangpol kepada para mantan pecandu narkoba dan berharap kegiatan tersebut dapat memberikan nilai positip bahkan mengukir prestasi di bidangnya masing-masing.

“Kita harus menjadi manusia yang sesungguhnya dan berprestasi serta menghasilkan yang positip,” ujar Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut ini.

Apresiasi

Saat berbincang dengan Ali, salah seorang mantan pecandu narkoba, Hendro menyampaikan apresiasi dan rasa gembiranya setelah mengetahui penghasilan yang diperoleh berkisar Rp 2,5 juta sebulan atau melebihi dari Upah Mininum Provinsi (UMP).

Itu diketahui karena berdasarkan keterangan panitia acara, untuk sekali pangkas, tarifnya sebesar Rp 60 ribu.

“Saya tergugah mengikuti pelatihan ini dan saya bertekad jadi barbershop profesional,” ujar Ali.

Melalui pelatihan barbershop, Ali berharap mereka yang masih mencandu narkoba agar menjauhkan dari penyalahgunaan barang haram itu untuk mengukir prestasi yang positip.

“Nah nanti setelah enam bulan, kita nanti usulkan Ali jadi duta antinarkoba, dan berharap mantan pecandu lainnya nantinya bisa jadi duta antinarkoba juga,” sebut Hendro.

Hendro menyebut pelatihan barbershop menjadi pilihan tepat untuk mengajak para mantan pecandu mengukir prestasi gemilang.

“Ini porgram luarbiasa agar kita semua diajak menjauhkan diri dari penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Dia berharap manusiakan para pecandu dengan program rehabilitatif, berikan skill pada mereka dan bantu mereka untuk keluar dari dunia hitam menuju kehidupan yang lebih baik.

Hendro juga meneriakkan yel-yel “Prestasi Yes, Narkoba No” kepada seluruh peserta pelatihan. (cpb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.