Waspada
Waspada » Mahasiswa PPs Unimed Ciptakan Alat Pengukur Kecepatan Tendangan
Medan

Mahasiswa PPs Unimed Ciptakan Alat Pengukur Kecepatan Tendangan

MAHASISWA PPs Unimed, Petrus Sembiring (memegang alat pengukur kecepatan tendangan) diabadikan bersama Ketua Prodi S2 Ilmu Keolahragaan Unimed, Dr Rahma Dewi, MPd, Sekretaris Prodi, Dr Amir Supriadi, MPd, Pembimbing Tesis, Dr Imran Ahmad M.Pd (Wakil Dekan II FIK) dibantu Amirsyah Putra Lubis, M.Or, dan Reza Destya SPd serta para pelatih dan atlet Taekwondo Wisma Sibayak. Mahasiswa PPs Unimed berhasil ciptakan alat pengukur kecepatan tendangan. Waspada/M Ferdinan Sembiring
MAHASISWA PPs Unimed, Petrus Sembiring (memegang alat pengukur kecepatan tendangan) diabadikan bersama Ketua Prodi S2 Ilmu Keolahragaan Unimed, Dr Rahma Dewi, MPd, Sekretaris Prodi, Dr Amir Supriadi, MPd, Pembimbing Tesis, Dr Imran Ahmad M.Pd (Wakil Dekan II FIK) dibantu Amirsyah Putra Lubis, M.Or, dan Reza Destya SPd serta para pelatih dan atlet Taekwondo Wisma Sibayak. Mahasiswa PPs Unimed berhasil ciptakan alat pengukur kecepatan tendangan. Waspada/M Ferdinan Sembiring

MEDAN (Waspada): Mahasiswa Program Pascasarjana (PPs) Universitas Negeri Medan (Unimed), Petrus Sembiring, SPd berhasil ciptakan sebuah alat pengukur kecepatan tendangan seorang atlet bela diri berbasis android.

“Alat ini dapat mendeteksi berapa kecepatan tendangan seorang atlet taekwondo. Dalam pengoperasianya alat ini disambungkan ke smartphone,” kata Petrus Sembiring usai melakukan uji coba alat tersebut di Sasana Taekwondo Sibayak di Wisma Sibayak Jl. Djamin Ginting Medan, Senin (22/3) malam.

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Prodi S2 Ilmu Keolahragaan Unimed, Dr Rahma Dewi, MPd, Sekretaris Prodi, Dr Amir Supriadi, MPd, Pembimbing Tesis, Dr Imran Ahmad M Pd (Wakil Dekan II FIK) dibantu Amirsyah Putra Lubis, M Or, dan Reza Destya SPd serta para pelatih dan atlit Taekwondo, Wisam Sibayak.

Lebih lanjut, Petrus Sembiring mengatakan, melalui alat ini diharapkan seorang pelatih (guru) bela diri dapat mengetahui kecepatan tendangan anak didiknya, sehingga memudahkan pelatih membuat program latihan kepada masing-masing muridnya.

“Cara kerja alat ini cukup sederhana, yakni diletakkan depan atlet bela diri, kemudian begitu si atlet melakukan tendangan, sensor alat ini akan menangkap kecepatan tendangan si atlet yang sudah disambungkan ke sebuah smartphone yang berfungsi mengakumulasi kecepatan tendangan si atlet,” paparnya.

“Saya berharap melalui alat ini akan lebih memudahkan klub-klub olahgraga bela diri mengetahui kualitas anak didiknya, sehingga bisa memetakan program latihan guna meningkatkan kemampuan si atlet,” kata pelatih taekwondo tersebut.

Petrus Sembiring mengaku, dalam proses pembuatan alat ini tidak mendapat kendala yang berarti. Dimulai dengan penyusunan rencana, diskusi bersama pembimbing hingga percobaannya.

Ia dibimbing oleh Dr Imran Ahmad M.Pd (Wakil Dekan II FIK) selaku pembimbing tesisnya. Turut mendukung Amirsyah Putra Lubis, M.Or, dan Reza Destya SPd.”Penemuan ini juga bangian dari tesisnya menuntaskan program magister di Pps Unimed,” sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Prodi S2 Ilmu Keolahragaan Unimed, Dr Rahma Dewi, MPd mengapresiasi hasil karya saudara Petrus Sembiring. “Kita berharap inovasi ini bisa memberikan kebaikan dan manfaat positif bagi pengembangan olahraga beladiri,” katanya.

Dia mengatakan, Unimed tentu akan lebih bahagia jika alat ini nanti bisa digunakan masyarakat, terutama bagi sasana olahraga bela diri. Karena itu, Unimed mendorong pengembangan alat ini.

”Alat yang dicipatkan saudara Petrus Sembiring ini bagian dari rotmet mensosialisasi penelitian di prodi S2 ilmu keolahragaan Unimed,” sebutnya.

Karya inovasi ini, juga bagian dari tesis Petrus Sembiring dalam meraih gelar Magister di Unimed.

Dia mengatakan, jika alat ini nantinya sudah benar-benar sempurna, maka akan dipatenkan.”Kita berharap melalui teknologi, alat ini bisa membantu prestasi para atlet beladiri Sumatera Utara, khususnya taekwondo,” paparnya.

Sebab, melalui alat ini seorang pelatih akan lebih fokus dalam membuat program latihan kepada masing-masing anak didik. “Inovasi ini sejalan misi Unimed dan program studi S2 Ilmu keolahragaan Unimed,” katanya.

Dr Rahma Dewi mengatakan, pihaknya mencoba bekerjasama dengan mitra lain untuk mengembangkan alat ini.

Bangga

Sedangkan Sekretaris Prodi, Dr  Amir Supriadi, MPd dan Pembimbing Tesis Petrus Sembiring, Dr Imran Ahmad M Pd mengaku bangga terhadap hasil karya mahasiswanya. Pihaknya akan berusaha mengembangkan alat ini.

“Kita akan jajaki kerja sama dengan industri mitra untuk mengembangkan alat ini. Di samping itu, kemasan tampilan dari alat ini juga akan dibuat semenarik mungkin,” kata Dr Imran Ahmad. Inovasi dilakukan Petrus Sembiring ini sangat sesuai dengan topik penelitian industri olahraga.

“Kita ingin inovasi ini nantinya bisa dipakai secara nasional. Karena itu itu, Unimed akan terus membantu penyempurnaan alat ini. Kita harus optimisi, bukan tidak mungkin alat ini nanti bisa go internasional,” tambah Sekretaris Prodi, Dr Amir Supriadi, MPd.

Karena itu, timpal Dr Imran Ahmad, Unimed sangat bangga sekali dengan karya inovasi dilakukan salah seorang mahasiswa Pascasarjana Unimed.”Kami akan terus mendampingi saudara Petrus Sembiring dalam pengembangan alat ini, sehingga nantinya benar-benar sempurna,” kata Dr. Imran.

Lebih jauh ditambahkan, Dr Amir Supriadi, MPd, sebagai lembaga pendidikan tinggi, tentunya kampus memiliki modal besar untuk menciptakan dan membangun inovasi. Inovasi sangat dibutuhkan, untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi klub bela diri.

“Hasil inovasi mahasiswa ini, bisa dikembangkan dan dikerjasamakan dengan industri atau diadopsi masyarakat secara langsung. Kalau inovasinya sudah mampu dipakai dunia, maka ini mengharumkan Unimed,” katanya (m19)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2