Mahasiswa Apresiasi Upaya Pencegahan Covid-19 Di Kampus UISU

Mahasiswa Apresiasi Upaya Pencegahan Covid-19 Di Kampus UISU

  • Bagikan
SALAH satu staf pengajar di lingkungan UISU saat mengikuti vaksinasi difasilitasi universitas dan Dinas Kesehatan Medan untuk seluruh keluarga besar UISU di Auditoirum UISU Jl. SM Raja Medan akhir Juli lalu. Waspada/ist
SALAH satu staf pengajar di lingkungan UISU saat mengikuti vaksinasi difasilitasi universitas dan Dinas Kesehatan Medan untuk seluruh keluarga besar UISU di Auditoirum UISU Jl. SM Raja Medan akhir Juli lalu. Waspada/ist

MEDAN (Waspada) Mahasiswa  mengapresiasi upaya pimpinan UISU dalam mengatasi  dan mencegah penularan Covid-19 di lingkungan kampus Jl. SM Raja Medan. Mulai dari penyemprotan disinfektan secara berkala, pelaksanaan vaksinasi secara massal hingga pemberlakuan lockdown di Kampus UISU.

Hal itu disampaikan berbagai kelompok organisasi mahasiswa secara terpisah di kampus UISU Jl. SM Raja Medan, diantaranya Unit Kegiatan Dakwah Mahasiswa (UKDM), Resimen Mahasiswa dan Himpunan Mahasiswa Pecinta Lingkungan Penyayang Alam (Himalaya).

Komandan Menwa Yon E UISU, Muhammad Abdul Rivai mengatakan upaya penyemprotan disinfektan sekaligus lockdown terhadap aktivitas di kampus setidaknya dapat memutus penularan mata rantai virus corona.

Namun, pihaknya juga menghimbau agar seluruh mahasiswa tetap melaksanakan prokes dengan menerapkan 5 M.

Ke depan, Abdul Rivai berharap agar pandemi segera berakhir agar proses belajar dan mengajar dapat berjalan normal seperti semula.

Sebab, selama ini mahasiswa masih banyak mengeluhkan dan terkendala soal  pengoprasioan aplikasi e-learning .

Jaga Prokes

Secara terpisah, Ketua Kaderisasi UKDM, Andri Wijaya mengatakan penyemprotan disinfektan sangat bermanfaat untuk mencegah penuluaran Covid-19 di UISU.

“Tapi harus tetap menjaga dan melaksanakan prokes, pakai masker, jaga jarak dan hindari kerumunan. Dengan mematuhi prokes dari pemerintah bisa mengurangi penyebaran covid19, khususnya di UISU,”ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum Himalaya UISU, Dwi Wahyu Hidayat menurutnya penyemprotan disinfektan dan lockdown salah satu upaya untuk mensterilkan kampus guna memutus penyebaran virus corona di lingkungan Kampus UISU.

Namun, Wahyu yang didampingi Mara Lufthi Lubis (Seketaris) dan Karisma Sultan Arif (Anggota Muda) berpendapat bahwa proses belajar mengajar lebih efektif dilaksanakan dengan model tatap muka daripada secara vitual atau online.

Seperti diketahui UISU beberapa kali menerapkan WFH (work from home), kegiatan vaksinasi, penyemprotan secara berkala dan terakhir melakukan lockdown sejak 5 hingga 11 Agustus 2021 berdasarkan Surat Instruksi Lockdown Nomor: 2050/I/E.01/VIII/2021 yang ditandatangani Rektor UISU Dr. H. Yanhar Jamaluddin, MAP.

Learn From Home

Sementara itu, Ketua Asosiasi Dosen Tetap Yayasan UISU (Adosty), Dr. Syofyan SE, MSi berpendapat program disinfektan dan sterilisasi kampus sangat diperlukan untuk mencegah/menurunkan angka Covid yg sesuai dengan kondisi nasional, Provinsi dan PPKM dikota Medan.

Namun pihaknya juga berharap agar penyemprotan dan sterilisasi pada waktu waktu tertentu tetap menyesuiakan dengan perkembangan Covid-19 di UISU dan penerapan prokes secara ketat di lingkungan kampus.

Dr. Syofyan mengingatkan bahwa pandemi jangan sampai mengurangi makna proses belajar dna mengajar di kampus. Untuk itu, menurutnya, yang harus dilaksanakan saat ini adalah melakukan proses belajar mengajar berbasis IT. “Learn from home merupakan alternatif utama yang dapat dilakukan agar proses belajar dan target kurikulum dapat tercapai,”ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Ikatan Alumni UISU DR. H. Danialsyah. SH.MH mengapreasi langkah yang dilakukan pimpinan UISU untuk melakukan sterilisasi dan melakukan penyeprotan disinfektan kampus guna memutus mata rantai penyebaran virus covid19.

Menurutnya, sebagai lembaga pendidikan tinggi UISU harus mampu berdiri di depan untuk bersama-sama pemerintah dan masyarakat menghadapi pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini (m19)

  • Bagikan