Waspada
Waspada » Luruskan Niat, Perkuat Ibadah Untuk Meraih Lailatul Qadar
Medan

Luruskan Niat, Perkuat Ibadah Untuk Meraih Lailatul Qadar

KETUA Umum Majlis Zikir Tombo Ati Sumut Dr H Sugeng Wanto,  S Ag, M Ag. Luruskan niat perkuat ibadah untuk meraih lailatul qadar. Waspada/ist
KETUA Umum Majlis Zikir Tombo Ati Sumut Dr H Sugeng Wanto,  S Ag, M Ag. Luruskan niat perkuat ibadah untuk meraih lailatul qadar. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Satu dari keistimewaan Bulan Suci Ramadhan adalah terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu, Lailatul Qadar. Maka luruskan niat dan perkuat ibadah.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Majlis Zikir Tombo Ati Sumut Dr  H Sugeng Wanto, S Ag, M Ag (foto), yang juga Pimpinan Pusat Kampung Qur’ani Bandar Setia, Senin (3/5).

Disebutkannya, keistimewaan Lailatul Qadar itu sebagaimana Allah jelaskan dalam QS. Al-Qadar ayat 1-1000 bulan berarti sama dengan 83 tahun.

Kalau dikaitkan dengan umur kita, umat Nabi Muhammad Saw paling-paling berkisar antara 60-70 tahun.

Sehingga setiap umat Islam sangat merindukan bertemu atau mendapatkan malam lailatul qadar.

“Jadi, seandainya kita mendapatkan kemuliaan dari malam lailatul qadar berarti sama dengan kita mendapatkan kebaikan sepanjang 83 tahun melebihi dari umur kita,” ujarnya sembari menambahkan, walau begitu, bukan berarti kita  ngaku dapat kemuliaan lailatul qadar lalu tidak beramal ibadah lagi.  Kalau ada seperti ini berarti dia berdusta,” ujarnya.

Tidak mudah

Dijelaskannya, imbalan dari Allah SWT terhadap hambanya yang meraih malam lailatul qadar itu, karena mendapatkan lailatul qadar bukan perkara yang mudah. Harus lewat usaha  maksimal dengan istiqamah dalam beramal ibadah.

“Tipsnya, luruskan niat hanya karena Allah SWT,  perbanyak amal ibadah seperti dzikir, membaca Alquran, sholat sunnat dan kebaikan kebaikan lainnya, seperti bersedekah, beri’tikaf di mesjid, tidak hanya pada malam malam ganjil, tapi menyeluruh,” sebutnya.

Tetapi, sambung dia, peningkatan amalan sangat ditekankan pada malam ganjil dengan kualitas dan kuantitas ibadah semakin ditingkatkan, perbanyak istighfar kepada Allah SWT, berdo’a dan tawakkal kepada Allah.

“Insya Allah,  orang yang mendapatkan malam lailatul qadar akan terwujud dalam prilakunya yang semakin lebih baik dan lebih mulia,” pungkasnya.

Sebagaimana disebutkan bahwa terjadinya malam lailatul qadar itu pada malam terakhir bulan Ramadhan berdasarkan hadits Aisyah Radhiyallahu ‘anha, dia berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terkahir bulan Ramadhan.

Beliau bersabda: Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.(m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2