Waspada
Waspada » LPJU Padam, Medan Rawan Begal Dan Pemerkosaan
Medan

LPJU Padam, Medan Rawan Begal Dan Pemerkosaan

PSIKOLOG Irna Minauli. LPJU padam Medan rawan begal dan pemerkosaan. Waspada/Mahbubah Lubis
PSIKOLOG Irna Minauli. LPJU padam Medan rawan begal dan pemerkosaan. Waspada/Mahbubah Lubis

MEDAN (Waspada): Padamnya Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di kota Medan menimbulkan keresahan di masyarakat. Selain rasa takut, aktivitas masyarakat juga menjadi terganggu.

Psikolog Irna Minauli (foto) yang juga Direktur Minauli Consulting, Medan angkat bicara.

Katanya, pada dasarnya Manusia itu punya ketakutan pada gelap. Hal itu semacam insting primitif yang diturunkan oleh nenek moyang kita dahulu.

Sebutnya, kalau dulu takut gelap itu karena khawatir ada predator seperti ular atau pemangsa lainnya. Namun di era saat ini predatornya yakni begal dan bahkan para pemerkosa sehingga ini memicu rasa takut yang akhirnya sangat mengganggu masyarakat.

Dijelaskannya juga, pada kondisi saat ini orang juga mengalami kesulitan secara ekonomi dan terhambat akses untuk kemana-mana. Ini tegasnya juga akan menimbulkan frustasi diperparah bisa menimbulkan kemarahan.

“kalau sudah marah, Kemarahan ini akan mengarah pada agresifitas. Kita lihat saat ini banyak video viral dimana banyak pedagang pada akhirnya kemarahannya berujung melawan satpol PP, Polisi. Inilah satu bentuk perlawanan,” ucapnya.

Perlawanan

Banyaknya video yang viral tentang perlawanan para pedagang tampaknya dapat menginspirasi para pedagang kecil lainnya, sehingga semakin banyak yang berani melakukan perlawanan. Yang dikhawatirkan tegasnya adalah jika gerakan perlawanan ini semakin besar maka bisa mengarah pada tindakan makar.

Sehingga patut diwaspadai juga kemungkinan terjadinya penjarahan dengan mengambil barang atau makanan di toko-toko besar. “Ini karena kita lihat juga bahwa semakin banyak rakyat yang kelaparan dan kesulitan secara ekonomi,” katanya.

Bahkan ada hal gangguan mental juga yang terjadi di masyarakat saat ini yakni mirip Obsessive Compulsive Disorder, ini suatu gangguan misalnya ketika seseorang berpikir bahwa dirinya terkena virus sehingga kemudian perilakunya adalah dia akan selalu mencuci tangannya atau menggunakan hand sanitizer secara berulang.

Gangguan ini berulang terus sehingga membuat seseorang merasa tidak tenang sebelum ia melakukannya secara berulang. Mereka menjadi sangat cemas kalau diri mereka terpapar virus tersebut.

Berbeda dengan perilaku new normal yang dianggap wajar misalnya seseorang mencuci tangannya selama 20 detik, mereka yang mengalami Obsessive Compulsive akan mencucinya jauh lebih sering dan lebih lama.

Jadi sebenarnya menurutnya, di Pandemi ini ada penelitian menarik bahwa dibandingkan orang bekerja dengan work from home dengan orang yang bekerja work form office. Ternyata kondisi kesehatan mental orang yang bekerja di kantor lebih sehat dibanding yang bekerja di rumah.

Misalnya ada hal-hal yang tidak bisa dilakukan jika hanya di rumah saja seperti bercanda dengan teman, jadi ada nilai nilai sosial yang hanya dijumpai di kantor. Jadi kondisi ini sudah terlalu lama apalagi sampai sampai kita tidak tau kapan ini berakhir, akhirnya menimbulkan kecemasan.

“Kita sudah over load informasi jadi terkadang menimbulkan perasaan goncangan,” paparnya

Ia mengharapkan kondisi ini tidak berlangsung lama karena menimbulkan banyak masalah kesehatan mental, apalagi bagi mereka yang harus bekerja di jam -jam malam atau buat yang bukan bekerja malampun kondisi ini dirasakan sangat mencekam.(cbud)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2