LP3SU Apresiasi Kinerja Poldasu Selesaikan Kasus Di Polsek Seituan Dan Kutalimbaru

  • Bagikan
KETUA Lembaga Pemantau Pemilu dan Pemerintahan Sumatera (LP3SU) Salfimi Umar. Waspada/Ist
KETUA Lembaga Pemantau Pemilu dan Pemerintahan Sumatera (LP3SU) Salfimi Umar. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Ketua Lembaga Pemantau Pemilu dan Pemerintahan Sumatera (LP3SU) Salfimi Umar (foto) sangat mengapresiasi kinerja Kapodasu Irjen Panca Simajuntak dan jajaranya dalam penyelesaian kasus di Polsek Percut Sei Tuan dan Polsek Kutalimbaru.

“Kita apresiasi Poldasu di bawah pimpinan Kapoldasu dan jajaranya yang gigih dalam menyelesaikan kasus di dua polsek itu,” kata Salfimi kepada Waspada, di Medan, Rabu (27/10).
Menurut Salfimi, tugas yang dilakukan Kapoldasu tidaklah mudah, sehingga patut diapresiasi sebagai sebuah capaian yang baik.

Salfimi merespon pencopotan Kapolsek Percut Sei Tuan dan Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan dari jabatannya, berkaitan dengan viralnya kasus penganiayaan di Pasar Gambir, Tembung pada Minggu (5/9/2021) pagi. Hal tersebut berkaitan dengan evaluasi dari kasus-kasus yang terjadi di wilayah tersebut.

Selanjutnya, Salfimi juga merespon pencopotan Kapolsek Kutalimbaru, AKP Hendri Surbakti, dicopot dari jabatannya. Pemecatan buntut kasus pencabulan dan pemerasan yang diduga dilakukan dua anggotanya yakni Bripka RHL dan Aipda DR terhadap MU (19) istri dari seorang tahanan narkoba.

Kemudian, dugaan kasus yang melibatkan oknum Kasat Reskrim Narkoba Polres Sergai Bedagai terkait dugaan perselingkuhan.

Menyikapi hal itu, Salfimi mengaku bukan pekerjaan mudah dalam mengawasi dan membina 28 Polres dan ratusan Polsek dan puluhan ribu personil yang ada di jajaran Kepolsian Sumatera Utara.

“Semua ini tentunya tidak terlepas dari anggaran dan fasilitas yang mungkin belum mencukupi, tapi dengan kerja keras dan penuh keikhlasan, Kapoldasu dan pimpinan Polri di seluruh jajaran Poldasu saya meyakini Polri, khususnya Sumateta Utara bsa menjadi polri yang profesional dalam melayani dan melindungi masyarakat,” ujarnya.

Lebih-lebih Polri kini sudah memiliki konsep “Polri Presisi” atau pemolisian prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Konsep tersebut sangat cocok untuk menghadapi tantangan zaman 4.0. (cpb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *