LIPPSU Sesalkan 7 Bendungan Gagal Rampung

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Direktur Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) Azhari AM Sinik (foto) sesalkan pembangunan 7 bendungan yang sejak tahun 2004 hingga kini gagal rampung.

“Gagalnya pembangunan 7 proyek bendungan di Sumut sejak 2004 adalah suatu yang sangat fatal. Kalau tak ada dana masih mendingan, ini ada dana digelontorkan dari APBN, namun proyek tak siap-siap.Ini kan aneh jadinya,” kata Sinik kepada Waspada, di Medan, Selasa (9/11).

Karenanya, Sinik minta Gubsu Edy Rahmayadi agar membentuk tim profesional, yang memang ahli di bidangnya, baik dari kampus maupun profesional demi Sumut maju, aman dan bermartabat.

Dijelaskan, pembangunan itu gagal, selain kontraktor kurang profesional dan tak mengerti membangunan bendungan, juga karena mereka hanya memikirkan keuntungan belaka tanpa memikirkan masyarakat dan dampaknya bagi ketersediaan pangan sebagaimana program pemerintah.

“Kita heran, banyak bendungan dibangun di Sumut ini, tapi tak siap-siap, padahal sebagian dana kemungkinan sudah digelontorkan. Bagaimanalah Sumut ini mau maju, karena mental kontraktornya masih mental korupsi, katanya.

“Padahal kata Ari Sinik, kalau bendungan itu siap dibangun bukan tidak mungkin Sumut ini bakal surplus beras dan produksi pertanian lainnya. Ini jangankan swasembada pangan, hampir semua produksi pertanian impor. Kita berharap semua stakeholder harus berpikir jernih dan maksimal, karena  bagaimanapun juga semuanya demi Sumut bermartabat sebagaimana harapan masyarakat, ungkapnya.

Miris


Seperti diketahui,  Pembangunan bendungan yang telah dibuat di Sumatera Utara gagal dibangun sejak 2004. Adapun bendungan dimaksud Simei-mei di Sibiru-biru, Aras Kabu Deli Serdang, Simalungun, Stabat, Madina dan Labuhan Batu.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengaku miris dengan gagalnya proyek bendungan tersebut. 

Menurut Edy, pembangunan bendungan menjadi salah satu kebutuhan yang akan memberikan berbagai dampak positif dalam berbagai sektor di Sumatera Utara.

Namun, hal tersebut belum dapat dirasakan seiring belum tuntasnya proyek pengerjaan bendungan yang perencanaan dan pengerjaannya sudah berlangsung belasan tahun.

“Seperti Bendungan Lau Simeme di Kecamatan Sibiru-biru, Deli Serdang yang sampai sekarang belum selesai pengerjaannya,” kata Edy. (cpb)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *