Waspada
Waspada » Libur Panjang Paskah, Masyarakat Diminta Patuhi Prokes
Medan

Libur Panjang Paskah, Masyarakat Diminta Patuhi Prokes

JURU Bicara Satuan Tugas (satgas) Percepatan Penanganan covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan. Saat libur panjang Paskah, masyarakat diminta patuhi protokol kesehatan (prokes). Waspada/Surya Efendi
JURU Bicara Satuan Tugas (satgas) Percepatan Penanganan covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan. Saat libur panjang Paskah, masyarakat diminta patuhi protokol kesehatan (prokes). Waspada/Surya Efendi

MEDAN (Waspada): Libur panjang paskah banyak masyarakat melakukan perjalanan di berbagai tempat wisata dan ke sejumlah daerah, sehingga diminta untuk tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) dan regulasi dan aturan yang telah dibuat oleh pemerintah.

Hal ini dikatakan oleh Juru Bicara Satuan Tugas (satgas) Percepatan Penanganan covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan (foto) pada Jumat (2/4).

“Masyarakat kan sebenarnya sudah tau ini masa Pandemi. Pemerintah sudah membuat regulasi nya bahkan untuk PNS juga sudah dibuat. Baik itu untuk menyikapi supaya memutus mata rantai dengan protokol kesehatan dan segala macam. Bahkan masyarakat juga sudah tau apa petunjuknya, aturannya, bahkan apa efeknya jika melakukan wisata,” kata Mardohar Tambunan.

Bahkan dikatakannya, libur panjang selama Pandemi bukan ini yang pertama melainkan sudah beberapa kali dan pernah menyebabkan lonjakan Covid-19, harusnya ini dikatakan Mardohar menjadi pelajaran bagi masyarakat.

“Saya rasa pengalaman sebelumnya yang sewaktu terjadi wisata besar- besaran yang mengakibatkan lonjakan Covid-19 harusnya ini jadi pelajaran besar,” ungkapnya.

Jadi ini semua ucapnya tergantung dari kemauan kita. Kalau kita mau ayok kita sama- sama mencegah penyebaran Covid-19 ini menjangkiti keluarga kita, kalau tidak dikatakannya itulah yang mengakibatkan Pandemi tak kunjung hilang.

Bijak

Ketika ditanya apa yang dilakukan satgas mencegah terjadinya wisata besar-besaran pada libur panjang ini, Mardohar mengatakan semua berpulang kepada masyarakat, karena kalaupun ditutup jalan atau ditutup akses untuk menuju tempat wisata ini justru berefek pada perekonomian.

Jadi tegasnya, masyarakat harus bijak karena sudah tau saat ini Pandemi, sudah ada aturan. Jika tidak, lonjakan Covid-19 diyakini akan terulang lagi di masa libur panjang.

“Kalau jalanan ditutup semua efeknya bagi Ekonomi kita. Bukan tidak banyak pemikiran orang-orang yang logika untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran covid tapi ini semua kembali ke kita masing-masing untuk pengendaliannya,” katanya lagi.

Sementara itu, berdasarkan informasi bahwa sejak menjelang libur Paskah 2021 tanggal 2 April 2021 Regional Jasamarga Nusantara Tollroad mencatat sebanyak 10.877 kendaraan telah meninggalkan kota Medan melalui Gerbang Tol Tebing Tinggi Ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT), atau meningkat sebesar 49% dari volume lalu lintas normal harian rata-rata.

Sedangkan pada gardu masuk menuju kota Medan juga meningkat sebesar 24% atau sebanyak 9.383 kendaraan dibanding lalu lintas normal sebanyak 7.994 kendaraan.

Dengan telah terkoneksinya 3 ruas tol di Sumatera Utara, yakni ruas tol Medan-Binjai, ruas tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa dan ruas tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi ikut memicu peningkatan mobilitas masyarakat dari arah Binjai dan Medan menuju Tebing Tinggi dan sekitarnya, begitu juga arah sebaliknya.(cbud)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2