Waspada
Waspada » Layanan Rapid Test Antigen Di Medan Diperketat
Medan

Layanan Rapid Test Antigen Di Medan Diperketat

Petugas medis sedang melakukan rapid tes antigen Drive Thru kepada salah seorang pasien di layanan rapid tes Drive Thru lapangan Merdeka Medan. Waspada/ist
Petugas medis sedang melakukan rapid tes antigen Drive Thru kepada salah seorang pasien di layanan rapid tes Drive Thru lapangan Merdeka Medan. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Pasca terungkapnya kasus daur ulang alat rapid test antigen Covid-19 di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Layanan tes Covid-19 merupakan milik PT Kimia Farma Diagnostika.

Layanan rapid test antigen yang di Kota Medan lebih diperketat.

Setiap alat rapid test diperlihatkan segelnya yang menunjukkan bahwa masih baru belum pernah dipergunakan oleh orang lain.

Bahkan setelah digunakan pasien alat rapid test antigen tersebut langsung dipatahkan.

Hal ini dikatakan oleh petugas rapid test antigen yang ada di kawasan Lapangan Merdeka Medan bernama Lina.

Bahwa setiap pasien yang datang yang telah mendaftar maka saat hendak membuka alat rapid tersebut dilakukan dihadapan pasien.

“Kita beri tahu bahwa alat ini baru dan masih bersegel. Lalu setelah digunakan pasien alat tersebut kita patahkan dan buang ke tong sampah media di depan pasien. Untuk biaya masih sama ya. Dan saat ini kita melayani sekitar 400 orang per harinya,” kata Lina pada wartawan, Senin (3/5).

Salah seorang pasien bernama Ricardo mengaku baru pertama kali melakukan rapid test antigen di Lapangan Merdeka.

Biasanya Dia memilih melakukan swab antigen di PT Kimia Farma. Namun setelah mendengar kabar adanya penggunaan daur ulang alat rapid test antigen Covid-19 di Bandara Kualanamu Dia lebih memilih lokasi lain untuk melakukan swab antigen.

“Sudah gak percaya lagi lah, ya di tepat saya biasa. Jadi dengan adanya swab ini memudahkan saya lakukan untuk perjalan kerja. Apalagi semua alat yang masih bersegel diperlihatkan ke saya,” sebutnya.

Masih di lokasi yang sama, salah satu pasien yang baru selesai melakukan rapid test antigen bahwa ia disarankan oleh pihak perusahaan untuk swab mandiri, karena sudah dua hari memiliki gejala kurang enak badan dan tidak selera makan.

“Alhamdulillah hasilnya negatif. Gitupun harus tetap waspada saya. Dan hasilnya cepat sungguh sangat membantu ya dan biayanya tadi Rp 150 ribu,” pungkas Syahrudi Nasution yang mengaku tinggal di Jalan Pancing.

Bantu Masyarakat

Terpisah, Uedhashi Mayumi Sato selaku Manager Operation Control PT SSK didampingi Manager Operational Hendra Loren menegaskan, layanan rapid tes di lapangan merdeka itu untuk membantu masyarakat mempermudah melakukan rapid tes antigen.

“Di sini kita mengenakan alat yang baru, alat yang sudah digunakan langsung dipatahkan dan dibuang di tempat pembuangan limbah medis dan itu langsung dilihat oleh pasien,” ucapnya.

Karena itu, dengan ini pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Gubernur dan Walikota maupun dinas terkait turut serta dalam mempermudah masyarakat untuk mendapatkan akses layanan. (cbud)

 

 

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2