Langgar Prokes Dan PPKM Level 4, Pelaku Usaha Rumah Makan Dan Ponsel Jalani Sidang 

Langgar Prokes Dan PPKM Level 4, Pelaku Usaha Rumah Makan Dan Ponsel Jalani Sidang 

  • Bagikan
Hakim tunggal dari Pengadilan Negeri Medan Dr. Ulina Br Marbun, SH.MH saat menyidangkan terdakwa pelaku usaha yang melanggar Prokes dan PPKM Level 4. Waspada/Ist
Hakim tunggal dari Pengadilan Negeri Medan Dr. Ulina Br Marbun, SH.MH saat menyidangkan terdakwa pelaku usaha yang melanggar Prokes dan PPKM Level 4. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Dua orang pelaku usaha rumah makan dan satu orang usaha ponsel yang melanggar Protokol Kesehatan (Prokes) dan PPKM Level 4 menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Posko Gugus Tugas Covid-19 di Gedung Dharma Wanita Kota Medan Jalan Rotan Kec. Medan Petisah, Selasa (3/8).

Sidang tipiring yang menghadirkan para terdakwa secara daring dan langsung di pimpin Hakim tunggal dari Pengadilan Negeri Medan Dr. Ulina Br Marbun, SH.MH. Sidang tipiring tersebut berlangsung dengan tertib.

Adapun para terdakwa yang menjalani proses persidangan dua warga yang membuka usaha rumah makan. Sedangkan terdakwa satu lagi pelaku usaha ponsel.

Dalam proses persidangan, para terdakwa mengakui kesalahannya telah melanggar protokol kesehatan dan PPKM level 4 sesuai dengan Perda No 1 tahun 2021 tentang penegakan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Provinsi Sumut.

Dalam amar putusannya, Ulina Br Marbun menjatuhi hukuman kepada dua terdakwa pelaku usaha rumah makan dengan hukuman 2 hari kurungan dan denda 300 ribu rupiah.

“Putusan demi keadilan berdasarkan ketuhanan yang maha esa, Pengadilan Negeri Medan yang memeriksa perkara ini menjatuhi hukuman kurungan selama dua hari dan denda tiga ratus ribu rupiah,” kata Ulina Br Marbun saat membacakan masing-masing putusan.

Namun para terdakwa tidak perlu menjalani hukuman kurungan tersebut kecuali dalam tempo empat belas hari ke depan pelaku mengulangi perbuatannya kembali.

Sedangkan terhadap terdakwa pelaku usaha ponsel,  Hakim menjatuhi hukuman 2 hari kurungan dan denda sebesar 150 ribu rupiah.

Namun Hakim tetap menyatakan terdakwa tidak perlu menjalani hukuman kurungan tersebut kecuali si terdakwa melakukan tindak pidana yang sama dalam kurun waktu 14 hari ke depan. (m26)

 

  • Bagikan