Waspada
Waspada » Kunker DPD RI Ke Dinas PMD Sumut, Permasalahan Desa Masuk Revisi UU Desa
Medan Nusantara Sumut

Kunker DPD RI Ke Dinas PMD Sumut, Permasalahan Desa Masuk Revisi UU Desa

 

MEDAN (Waspada): Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Dapil Sumut DR Badikenita Putri Br Sitepu SE, MSi dan rombongan kunjungan kerja (kunker) ke kantor Dinas Pemberdayaan Masayarakat Desa (PMD) Provsu Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Selasa (26/1).

Dalam kunjungan tersebut, Badikenita dan rombongan Komite I DPD RI diterima langsung Kepala PMD Sumut Ir Aspan Sopian Batubara.

Kepala PMD Sumut Ir Aspan Sopian Batubara dalam kesempatan itu mengatakan terima kasih atas kunker rombongan DPD RI tersebut.

Aspan yang juga mantan Pj Bupati Madina itu menyebutkan saat ini masih banyak desa berada dilahan HGU wilayah kawasan hutan lindung atau hutan produksi. Begitu juga kedudukan kepala desa yang memegang kekuasaan keuangan dan aset yang membuka peluang munculnya ego kepala desa dalam mengelola keuangan dan lain sebagainya. Lalu peran BPD dalam penyelenggaraan desa masih minim khususnya dalam keterlibatan pelaksanaan pembangunan desa.

‘’Semoga apa yang kami sampaikan ini nantinya menjadi masukan kepada DPD RI dalam revisi UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa sehingga nantinya desa dapat benar-benar berdayaguna dan masyarakatnya dapat sejahtera,’’ ucap Aspan.

Menanggapi paparan tersebut, Badikenita berjanji akan memasukkannnya dalam proses revisi UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa, termasuk upaya untuk memberdayakan ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Inkonsistensi negara memposisikan desa yang berujung kepada posisi desa sebagai sub-ordinat dari pemerintah daerah tidak hanya berimplikasi kepada hilangnya hak-hak asli yang dimiliki desa, tetapi juga berimplikasi kepada terbatasnya hak desa dalam mengurus rumah tangganya sendiri.

Dalam konteks pembangunan, kata Badikenita, desa tidak lagi memiliki kewenangan untuk menyusun arah dan rencana pembangunan desa yang didasarkan kepada prakarsa danpotensi sendiri, pembangunan desa diposisikan sebagai bagian dari pembangunan daerah, sehingga segala bentuk kebijakan yang menyangkut pembangunan desa menjadi bagian dari kebijakan pemerintah daerah dan merupakan bentuk dari pelimpahan kewenangan pemerintah daerah.

Kondisi tersebut di atas tidak lepas dari politik hukum penguasa pada saat itu, terutama pada saat Orde Baru yang mana desa salah satunya diposisikan sebagai stabilisator keamanan dan pendorong pembangunan nasional dengan cara mendistorsi posisi dan kewenangan desa serta menyeragamkan pola pembangunan desa yang mengatasnamakan pemerataan pembangunan perdesaan.

Dengan begitu, berbagai tuntutan kepada pemerintah yang muncul diakibatkan adanya kewenangan hak asli desa dalam mengurus rumah tangganya sendiri menjadi minim, dikarenakan desa tidak lagi memiliki kewenangannya untuk mengatur pola pembangunan sendiri, ditambah segala bentuk keberhasilan pembangunan desa akan menjadi bukti akan keberhasilan pemerintah dalam melakukan pembangunan.

Begitu juga disahkannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa (selanjutnya disingkat UU Desa,) merupakan jawaban dari permasalahan tersebut di atas.

UU Desa menjadi bukti kembalinya pengaturan desa secara khusus yang terpisah dari pengaturan tentang pemerintahan daerah. Dikaji secara substantif, UU Desa telah mengatur kedudukan desa yang bukan lagi vertikal berada di bawah pemerintah daerah, desa dijalankan atas dasar gabungan sistem pemerintahan antara self- governing community dengan local self-government sebagai bukti adanya pengakuan dan akomodasi nilai-nilai lokal serta memposisikan masyarakat sebagai subjek dalam pembangunan desa.

Undang-Undang Desa juga memberikan kewenangan pembangunan kepada pemerintah desa dari yang sebelumnya berada dalam kewenangan pemerintah daerah diubah menjadi dalam kewenangan pemerintah desa.

‘’Dengan demikian UU Desa telah melembagakan kewenangan pembangunan skala lokal desa dimana pemerintah desa merupakan institusi lokal yang otonom dalam penyelenggaraan pembangunan desa,’’ jelas Badikenita.(m29)

Waspada/Ist
Anggota DPD RI Badikenita Putri Br Sitepu dan rombongan diabadikan bersama Kadis PMD Provsu Aspan Sopian Batubara dan staf, Selasa (26/1).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2