Waspada
Waspada » Kunjungan Ke Lapas Diganti Video Call
Medan

Kunjungan Ke Lapas Diganti Video Call

HUMAS Kanwil Kemenkumham Sumut, Josua Ginting. Selama lockdown, kunjungan ke lapas diganti video call. Waspada/Ist
HUMAS Kanwil Kemenkumham Sumut, Josua Ginting. Selama lockdown, kunjungan ke lapas diganti video call. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Selama lockdown (penutupan akses), kunjungan ke lapas (lembaga pemasyarakatan) di Sumut diganti video call.

“Kunjungan ke lapas diganti video call, sehingga warga binaan tetap bisa berkomunikasi dengan sanak keluarga, lapas,” kata Humas Kanwil Kemenkumham Sumut, Josua Ginting kepada Waspada, Minggu (22/3)..

Dia memastikan hak-hak warga binaan di lapas dan rutan tetap terpenuhi selama lockdown itu, yang berlaku efektif Senin (23/3).

Kunjungan ke lapas diganti video call, sehingga warga binaan tetap bisa berkomunikasi dengan sanak keluarga, lapas.

Pihak rutan menyediakan fasilitas layanan video call secara gratis sebagai pengganti kunjungan.

“Kita fasilitasi lewat video call, yang berlaku di seluruh lapas dan rutan. Tinggal hanya dibuat bergantian,” katanya.

Jadi ada durasinya saat melakukan video call,” kata Humas Kanwil Kemenkumham Sumut, Josua Ginting kepada Waspada, Minggu (22/3).

Penggunaan fasilitas video call oleh warga binaan, akan disesuaikan dengan jam kunjungan di masing-masing lapas dan rutan.

“Jadi kunjungannya digantikan lewat video call. Sedangkan untuk pemberian makanan ke dalam lapas dan rutan sementara tidak kita izinkan,” ujarnya.

Menurut Josua, langkah ini dilakukan agar hak-hak warga binaan masih bisa dipenuhi di tengah ancaman penyebaran virus corona.

Kebijakan ini akan diterapkan selama pemerintah memberlakukan masa tanggap darurat COVID-19.

Pemberlakuan lockdown kunjungan, kata Josua, sebelumnya sudah diberlakukan pada 18 Maret, oleh sebagian UPT lapas dan rutan di Sumut.

Namun atas beberapa pertimbangan, lockdown efektif diberlakukan pada Senin (23/3).

Lockdown lapas dan rutan berlaku hingga 14 hari.

Pencegahan

“Kebijakan itu diambil setelah pihak Direktorat Bina Masyarakat memutuskan untuk secara masif melakukan pencegahan penyebaran Covid-19,” katanya.

“Di beberapa lapas dan rutan seperti Tanjunggusta sudah dilakukan sejak Jumat (20/3) kemarin,” ucapnya.

Pemberlakuan lockdown, lanjutnya, merupakan salah satu bentuk upaya mengantisipasi penyebaran virus corona.

Sebab potensi wabah virus tidak hanya di lingkungan lapas maupun rutan di Sumut saja, namun juga di seluruh Indonesia.

Namun demikian, meski akses kunjungan ditutup, Kanwil Kemenkumham Sumut masih memungkinkan menerima tahanan titipan.

Josua menambahkan, lapas dan rutan di Sumut juga sudah dilakukan sterilisasi, dengan menyemprotkan cairan disinfektan.

Selain lingkungan, para penghuni lapas juga telah disemprotkan cairan disinfektan.

Tak hanya di areal terbuka penyemprotan juga dilakukan hingga ke ruangan sel warga

Ia menambahkan, hingga saat ini, dari ribuan penghuni lapas dan rutan di Sumut, belum ditemukan adanya warga binaan yang terindikasi virus corona. (Cra).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2