Waspada
Waspada » KPRK MUI Sumut Diharapkan Respon Persoalan Umat
Medan

KPRK MUI Sumut Diharapkan Respon Persoalan Umat

KETUA Umum MUI Sumut, Prof Dr Abdullah MA saat membuka kegiatan Rakor. KPRK MUI Sumut diharapkan respon persoalan umat. Waspada/Anum Saskia
KETUA Umum MUI Sumut, Prof Dr Abdullah MA saat membuka kegiatan Rakor. KPRK MUI Sumut diharapkan respon persoalan umat. Waspada/Anum Saskia

MEDAN (Waspada): Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga (KPRK) Majelis Ulama Indonesia diharapkan respon persoalan umat.

KPRK MUI Sumut diharapkan respon persoalan umat agar kehadirannya terasa di tengah-tengah masyarakat.

Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga (KPRK), merupakan Komisi yang termaktub dalam kepengurusan MUI baik di tingkat pusat, maupun daerah di seluruh Indonesia.

Komisi ini mempunyai tugas dan fungsi yang sangat penting dalam mewujudkan keluarga dan masyarakat yang baldatun thoyibatun wa robbul ghofur.

“Maka, sangat diharapkan peranya di masyarakat dalam memberi solusi jika ada persoalan yang dihadapi,” ucap Ketua Umum MUI Sumut, Prof Abdullah Syah MA, Jumat (23/10).

Dia mengatakan hal itu saat membuka kegiatan, Rapat kerja Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga (KPRK) MUI Sumatera Utara, dengan peserta seluruh pengurus dari kabupaten/kota.

Lebih lanjut disebutkan, dengan memberikan solusi atas masalah yang dihadapi masyarakat, maka KPRK akan terasa kehadirannya di tengah masyarakat.

Untuk itu, kata Abdullah Syah, muslimah di Sumut, juga bisa ikut menjadi pengurus dalam KPRK MUI-Sumut, sehingga akan lebih mudah hadir di tengah masyarakat.

“Silakan bergabung ke MUI Sumut, agar bisa menjadi bagian yang membantu masyarakat secara ikhlas,”katanya.

Ketua KPRK MUI Sumut, Dra Hj Rusmini, MA bersama Sekretaris, Dra Hj Wan Khairunnisa, MA menyebutkan, kegiatan ini akan mensingkronkan program dan kegiatan KPRK MUI Provinsi dan KPRK Kabupaten/Kota serta menjalin silaturahmi antar pengurus dan anggota.

“Kami berharap dengan adanya Rakor ini dapat menyatukan langkah dalam menghadapi atau merespon berbagai persoalan di masyarakat dan KPRK dapat membuat kesepakatan program, baik dengan ormas-ormas Islam atau pemerintah ditingkat wilayah maupun kabupaten kota,” kata Rusmini.

Ditambahkannya, munculnya berbagai persoalan dalam masyarakat yang menimpa perempuan, remaja dan keluarga seperti tingginya angka perceraian, peran ganda perempuan, kerusakan moral, narkoba, kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak, pemikahan dini dan resesi ekonomi yang sedang melanda Indonesia dan lain-lain.

Hal ini menuntut peran dan tanggung jawab, terutama ibu-ibu sebagai soko guru bangsa dan tokoh masyarakat.

Acara Rakor sekaligus menggelar diskusi dengan narasumber Muhammad Khairil,SHIdan Dra.Hj.Rusmini MA. (m22)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2