Waspada
Waspada » KPK Apresiasi Penadatanganan Pakta Integritas Bank Sumut
Medan

KPK Apresiasi Penadatanganan Pakta Integritas Bank Sumut

WAKIL Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dan Gubsu Edy Rahmayadi, didampingi Wagubsu Musa Rajeksah, Dirut Bank Sumut Muchammad Budi Utomo, dan jajaran manajemen Bank Sumut, memperlihatkan draf pakta integritas anti korupsi, gratifikasi, dan anti fraud. Waspada/Ist
WAKIL Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dan Gubsu Edy Rahmayadi, didampingi Wagubsu Musa Rajeksah, Dirut Bank Sumut Muchammad Budi Utomo, dan jajaran manajemen Bank Sumut, memperlihatkan draf pakta integritas anti korupsi, gratifikasi, dan anti fraud. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Komisi Pemberatasan Korupsi mengapresiasi pelaksanaan penandatanganan Pakta Integritas anti korupsi oleh jajaran manajemen PT. Bank Sumut beserta mitra kerjanya. Hal itu merupakan bentuk komitmen manajemen menjadikan lembaga itu benar-benar menjadi bank miliknya masyarakat Sumatera Utara (Sumut).

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar, Rabu (3/2). Bersama dengan Direktur Koordinasi Supervisi Wilayah 1 KPK Didik A. Widjanarko, dia menyaksikan penandatanganan Pakta Integritas anti korupsi, gratifikasi, dan anti fraud oleh jajaran manajemen dan pejabat Bank Sumut beserta para mitra kerjanya. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Kantor Pusat PT.Bank Sumut, Jl Imam Bonjol Medan.

Hadir juga pada acara tersebut, Gubsu Edy Rahmayadi, Wagubsu Musa Rajeckshah (Ijeck), Komisaris PT.Bank Sumut Brata Kesuma dan Syahruddin Siregar, Direktur Utama Bank Sumut Muchammad Budi Utomo, Direktur Pemasaran Hadi Sucipto, Direktur Kepatuhan Eksir, Direktur Operasional Rahmat Fadillah Pohan dan Direktur Bisnis dan Syariah Irwan serta seluruh Pemimpin Divisi dan Pemimpin Unit Operasional PT.Bank Sumut

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar menilai, penandatangan pakta integritas hari itu merupakan bagian dari keinginan kuat Bank Sumut agar lebih profesional dan lebih mandiri. Diharapkan, dengan penandatanganan pakta integritas ini, ada semangat bagi manajemen, dewan direksi, komisaris, melakukan perbaikan. Dengan demikian, kedepannya semakin terhindar dari perbuatan yang mengarah pada perbuatan yang melanggar hukum.

‘’Ini (pakta integritas) merupakan bentuk komitmen ke dalam manajemen Bank Sumut, agar Bank Sumut menjadi bank milik Sumatera Utara. Sehingga masyarakat tidak pergi kemana-mana lagi, dan kemudian bank ini berkembang,’’ kata Lili Siregar.

Seluruh unit kerja

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Bank Sumut Muchammad Budi Utomo menjelaskan, penandatanganan pakta integritas dilakukan tidak hanya oleh seluruh jajaran dewan komisaris dan dewan direksi, melainkan kepada seluruh pimpinan unit kerja.

Tujuannya, kata Budi Utomo, untuk menanamkan budaya kepatuhan, yang dimulai dari level pimpinan.

‘’Dengan demikian diharapkan seluruh bawahan akan menerapkan integritas tinggi dalam bekerja, jika telah diberi contoh oleh level pimpinan” jelasnya.

Kemudian, kata Budi Utomo, dengan penandatanganan pakta integritas, diharapkan akan semakin memperkuat budaya anti korupsi, anti gratifikasi dan anti fraud dalam setiap proses bisnis di Bank Sumut.

Seperti pada aktivitas penghimpunan dana, penyaluran kredit atau pembiayaan, layanan jasa pembayaran, pengadaan barang dan jasa serta aktivitas pekerjaan lainnya.

Budi Utomo juga menjelaskan, secara internal, Bank Sumut tidak berhenti melakukan perubahan dan perbaikan, terutama dalam penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Yakni dengan melakukan rekrutmen SDM berbasis kompetensi dan pelatihan secara kontiniu dan berjenjang.

Selain itu, Bank Sumut juga terus melakukan penyempurnaan Standar Operational Prosedure (SOP) terhadap proses bisnis berbasis risiko untuk mengantisipasi segala bentuk pelanggaran ketentuan maupun pelanggaran hukum.

Kata Budi Utomo, dengan komitmen dan konsistensi menerapkan integritas tinggi dalam bekerja, PT. Bank Sumut berhasil melewati Tahun 2020 di tengah pandemi Covid-19 dengan kinerja yang tetap terjaga. Antara lain laba bersih Rp515 milyar atau 95.7% dari target. Adapun NPL sebesar 3,54%, atau membaik dibandingkan tahun 2019 sebesar 4,36% ,dan total asset sebesar Rp 33,5 Triliun. (m07)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2