Waspada
Waspada » Korupsi Taman Pendidikan Al Quran, Kades Pasar Batahan Divonis 4 Tahun Penjara
Medan

Korupsi Taman Pendidikan Al Quran, Kades Pasar Batahan Divonis 4 Tahun Penjara

TERDAKWA saat menjalani sidang di PN Medan. Korupsi pembangunan Taman Pendidikan Alquran, Kades Pasar Batahan divonis 4 tahun penjara. Waspada/Rama Andriawan
TERDAKWA saat menjalani sidang di PN Medan. Korupsi pembangunan Taman Pendidikan Alquran, Kades Pasar Batahan divonis 4 tahun penjara. Waspada/Rama Andriawan

MEDAN (Waspada): Terdakwa Fajar Siddik, kepala desa (Kades) Pasar Batahan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) divonis 4 tahun penjara oleh majelis hakim diketuai Immanuel Tarigan.

Terdakwa terbukti bersalah melakukan perbuatan korupsi pembangunan Taman Pendidikan Al Quran (TPA).

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Fajar Siddik dengan pidana penjara selama 4 tahun,” tandas hakim Immanuel Tarigan dalam sidang di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (1/3).

Selain pidana penjara, terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan. Hakim dalam amar putusannya menilai, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana melawan hukum, yakni memperkaya diri sendiri.

“Sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-undang RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang RI No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” ujar hakim.

Tidak hanya itu, dalam sidang yang berlangsung secara virtual tersebut, majelis hakim juga menghukum terdakwa dengan membayar Uang Pengganti (UP) sebesar Rp413.220.466.59.

“Dengan ketentuan apabila paling lama dalam waktu satu bulan, sesudah putusan pengadilan terdakwa tetap tidak membayar uang pengganti, maka harta bendanya yang telah disita oleh jaksa, akan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut,” sebut hakim.

Kemudian, lanjut hakim, apabila hasil pelelangan ternyata belum menutupi uang pengganti, maka harta benda terdakwa lainnya oleh jaksa dilelang dalam menutupi uang pengganti tersebut.

“Dan apabila terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka dipidana dengan pidana penjara selama satu tahun dan 6 bulan,” kata hakim.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum, yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun, denda Rp200 juta, subsidar 6 bulan kurungan, serta dibebankan membayar UP sebesar Rp413.220.466.59. Apabila tidak mampu membayar diganti pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan.

Atas putusan yang dijatuhkan, terdakwa melalui penasehat hukumnya Kartika dari LBH DKS menyatakan pikir-pikir.

Kasus ini diketahui bermula tahun 2016, bahwa dana pembangunan TPA telah dicairkan sebanyak dua kali dan pada bulan November 2016, tim pelaksana kegiatan pembangunan gedung TPA dan bangunan pelengkap, menyusun rencana/pengendalian kegiatan yang telah ditetapkan.

Azmardi Anhar selaku ketua tim pengelola kegiatan Dana Desa TA 2016 di Desa Pasar Batahan, mengetahui ada pengerjaan bangunan TPA. Kemudian saksi Azmardi Anhar menyuruh saksi Abdurrahim untuk menimbun lokasi sebelum dilakukan bangunan pondasi

Kemudian terdakwa meminta bantuan seorang tukang bernama Agus. Terdakwa lalu melakukan pemesanan bahan bahan untuk pekerjaan pondasi, pasang batu bata, dinding, plester, pekerjaan atap pekerjaan lantai dengan sistim borongan dan pembayaran upah harian dibayar secara bertahap.

Namun, saksi Agus selaku tukang tidak sampai selesai mengerjakannya, karena bahan bahan yang seharusnya dibeli atau disediakan oleh terdakwa Fajar, ternyata tidak disediakan, sehingga bangunan terbengkalai dan yang dikerjakan hanya pekerjaan dinding, atap sebagian, kosen pintu dan jendela, bangunan pelengkap berupa gedung tanpa asbes, dan pintu yang belum dicat.

Sedangkan anggaran untuk pembangunan gedung TPA dan bangunan pelengkap telah dilakukan penarikan atau pencairan 100 persen oleh terdakwa. Akibatnya, atas pembangunan itu mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp413.220.466,59. (m32).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2