Waspada
Waspada » Korban Rampok Di Belawan Masih Kritis 
Medan

Korban Rampok Di Belawan Masih Kritis 

MUHAMMAD Saleh dan istrinya Evi, Selasa (1/12) sedang menghitung sumbangan dana bantuan dari para tetangganya untuk membantu biaya perobatan putrinya di Ruang ICU RS Mitra Medika. Hingga kemarin, Tiara, korban rampok di Belawan itu masih kritis dan tidak sadarkan diri. Waspada/Ist
MUHAMMAD Saleh dan istrinya Evi, Selasa (1/12) sedang menghitung sumbangan dana bantuan dari para tetangganya untuk membantu biaya perobatan putrinya di Ruang ICU RS Mitra Medika. Hingga kemarin, Tiara, korban rampok di Belawan itu masih kritis dan tidak sadarkan diri. Waspada/Ist

BELAWAN (Waspada): Sudah tiga hari, Tiara Handayani, 17, gadis remaja korban rampok  dalam bus angkutan kota (angkot) di Simpang Sicanang Belawan, masih kritis tak sadarkan diri di Ruang ICU Rumah Sakit Mitra Medika, Jl KL Yos Sudarso Tanjungmulia, Kecamatan Medan  Deli.

Bahkan hingga Selasa (1/12), para tetangga korban di Jl KL Yos Sudarso Gang Benteng Baru Kelurahan Pekanlabuhan Kecamatan Medan Labuhan, secara sukarela mengumpulkan dana dan patungan mengumpulkan uang untuk biaya perobatan di Rumah Sakit Mitra Medica.

Kedua orangtua korban mengaku tidak sanggup untuk membayar biaya perobatan di rumah sakit tersebut yang sekarang mencapai Rp 8 juta.

Tetangga korban bernama Raudah,32, menyebutkan, para tetangga secara spontan memberikan dana sukarela kepada keluarga korban untuk membantu meringankan biaya perobatan di rumah sakit.

“Para tetangga spontan patungan memberikan sumbangan kepada keluarga,” ujar Raudah.

Sementara itu, Muhammad Saleh,50, dan istrinya Evi ,46, mengaku tak kuasa menahan haru tatkala para tetangganya memberikan sumbangan dana untuk biaya putrinya Tiara, korban rampok di Belawan itu yang masih kritis  dan tak sadarkan diri di Ruang ICU.

“Biaya berobatnya sudah mencapai Rp 8 juta, sementara kami tak punya uang untuk membayar biaya perobatan di rumah sakit,” aku Saleh yang sehari-harinya bekerja sebagai nelayan tradisional ini.

Gangguan Syaraf

Disebutkan Saleh, putrinya diduga mengalami gangguan pada syaraf dan harus dirujuk ke rumah sakit lain, karena di Rumah Sakit Mitra Medika tidak ada dokter spesialis syaraf.

Namun pihak rumah sakit tidak mau memberi surat rujukan karena biaya perobatan selama di RS Mitra Medika belum dibayar.

“Sampai sekarang Tiara masih tak sadarkan diri di Ruang ICU.  Kami belum bisa mengeluarkan Tiara dari RS Mitra Medika karena belum membayar biaya perobatannya sehingga kami tak bisa membawanya ke rumah sakit lain yang memiliki dokter spesialis syaraf,” tutur Saleh.

Terkait aksi kekerasan dalam bus angkot yang dialami oleh putri kandungnya itu, Saleh berharap agar pihak Kepolisian segera menangkap para perampok yang selama ini beraksi di dalam bus angkutan kota di sepanjang Jl. Belawan-Medan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya,  dua penumpang bus angkutan kota (angkot) Morina trayek 81 Medan-Belawan  Tiara Handayani dan temannya Junaidi terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat ditendang kawanan perampok hingga tercampak keluar dari angkot.

Korban seorang wanita hingga Senin (30/11) masih dirawat di Ruang ICU Rumah Sakit Mitra Medika sedangkan korban pria sudah keluar dari rumah sakit karena hanya menderita luka ringan. Aksi kekerasan yang dilakukan oleh 4 orang pelaku kini menjadi viral di media sosial terutama di facebook.

Serahkan Hart Benda

Informasi yang diperoleh, Senin (30/11), awalnya kedua penumpang angkot Morina trayek 81 itu hendak berangkat dari Gang 14 Belawan hendak pulang ke rumahnya di Pekanlabuhan.

Saat angkot melintas di simpang Sicanang, Empat pelaku memaksa kedua korban agar menyerahkan harta benda dan perhiasannya namun korban tidak memberikannya karena tidak memiliki barang-barang yang dimaksud.

Begitu mengetahui bahwa korbannya tidak memiliki uang dan perhiasan, para pelaku menendang korban hingga korban jatuh dan tersungkur ke aspal.

Korban wanita Tiara Handayani menderita luka parah dan dilarikan ke Ruang ICU Rumah Sakit Mitra Medika Tanjungmulia karena tidak sadarkan diri sedangkan korban pria bernama Junaidi hanya mengalami luka ringan karena keseleo pada kedua tangannya karena membentur aspal.

Peristiwa tersebut sudah dilaporkan keluarga korban ke Polsek Belawan, Minggu (29/11) sekira pukul 22:00 sekaligus untuk mendapatkan visum et repertum dari rumah sakit.

Aksi kekerasan dalam angkot Morina 81 itu telah diposting di media sosial oleh sejumlah netizen di laman facebook khusus grup-grup Anak Belawan sehingga peristiwa tersebut menjadi viral di medsos.(m27)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2