Khawatir Terdakwa Ditangguhkan, Korban Penipuan Surati Ketua PN Medan

  • Bagikan
KUASA hukum korban, Rony Lesmana SH, saat memberikan keterangan kepada wartawan. Khawatir terdakwa ditangguhkan penahanannya terkait utang, korban penipuan surati Ketua PN Medan. Waspada/ist
KUASA hukum korban, Rony Lesmana SH, saat memberikan keterangan kepada wartawan. Khawatir terdakwa ditangguhkan penahanannya terkait utang, korban penipuan surati Ketua PN Medan. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Santi Juliana korban penipuan melalui kuasa hukumnya, Rony Lesmana SH surati Ketua PN Medan yang minta agar tidak menangguhkan penahanan terhadap Novalia Rudiyani selaku terdakwa perkara dugaan penipuan dan penggelapan sebesar Rp30 juta.

Sidang perkara tersebut rencananya digelar perdana pada Selasa (19/1). “Pada Jumat tanggal 15 Januari 2021 sekira jam 09.00, kita sudah membuat surat permohonan secara resmi kepada Ketua PN Medan. Kita meminta agar penahanan Novalia Rudiyani tidak ditangguhkan,” ujar Rony kepada wartawan, Minggu (17/1).

Rony menjelaskan beberapa alasan pihaknya menyurati PN Medan. Pertama, Novalia melalui kuasa hukumnya telah mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada majelis hakim yang mengadili perkara tersebut.

“Untuk mengantisipasi supaya tidak ditangguhkan, makanya kita buat surat resmi. Kita minta majelis hakim berbuat adil kepada korban. Agar persidangan berjalan fair,” jelasnya.

Kemudian, yang kedua, antara Novalia dan Santi belum ada perdamaian. Sehingga, Rony mengkhawatirkan Novalia bisa melarikan diri, menghilangkan barang bukti atau mengulangi perbuatannya.

“Ketiga, dari awal penyidikan, Novalia tidak ditahan, barulah saat di kejaksaan dia ditahan. Jangan sampai juga nanti saat persidangan, penahanan dia ditangguhkan. Karena kasusnya sudah cukup lama, setahun lebih,” pungkasnya.

Dia menguraikan bahwa Santi melaporkan Novalia ke Polrestabes Medan pada 21 Oktober 2019. Pada 13 Agustus 2020, Novalia ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan.

Dua pekan belakangan ini, penyidik kepolisian melakukan pelimpahan tahap dua (tersangka dan barang bukti) ke Kejari Medan.

Belum Ada Terima

Terpisah, Humas PN Medan, Immanuel Tarigan saat dikonfirmasi terkait surat permohonan keberatan penangguhan terhadap terdakwa Novalia yang diajukan korban melalui penasihat hukumnya ke PN Medan, Immanuel Tarigan mengatakan belum menerimanya.

“Kita belum ada menerima surat permohonan penolakan penangguhan yang diajukan korban,” ucapnya.
Namun, dirinya mengaku sudah menerima surat permohonan penangguhan terhadap terdakwa Novalia yang diajukan melalui penasihat hukum terdakwa. “Kalau surat permohonan penangguhan tahanan terhadap terdakwa, sudah kita terima, beberapa hari yang lalu,” sebutnya.

Diketahui, kasus itu bermula pada Maret 2017, Novalia Rudiyani meminjam uang kepada Santi Julianti sebesar Rp5.000.000, dengan alasan untuk membayar utang.

Sebagai teman, Santi menolongnya dan mentransferkan uang sebesar Rp5.000.000, ke rekening BCA milik Novalia.

Novalia berjanji akan menggembalikan uang pinjaman tersebut pada April 2017. Pada Mei 2017, Novalia kembali meminjam uang kepada Santi sebesar Rp4.000.000, dengan alasan untuk membuka bazzar namun tidak memiliki modal. Kali ini, Novalia berjanji akan mengembalikan uang tersebut pada Juni 2017.

Santi pun kembali mentransfer uang ke Novalia. Setelah itu, Novalia selalu meminjam uang kepada Santi dengan alasan berbeda-beda.

Dengan rincian, yakni pada Juli 2017 sebesar Rp3.000.000, Agustus 2017 Rp5.000.000, November 2017 Rp4.500.000, Januari 2018 Rp1.750.000, Februari 2018 Rp350.000, April 2018 Rp4.000.000 dan April 2018 Rp 2.000.000.

Ketika Santi menagih uang pinjaman tersebut, Novalia tidak mengembalikannya. Sehingga perbuatan Novalia dilaporkan kepada pihak yang berwajib. Akibat perbuatan Novalia, Santi mengalami kerugian lebih kurang sebesar Rp30.000.000. (m32).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *