Kongres Spesialis THT se-Asean Diharapkan Jadi Inspirasi Kembangkan Skill Dan Knowledge

Kongres Spesialis THT se-Asean Diharapkan Jadi Inspirasi Kembangkan Skill Dan Knowledge

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Kongres ke-19 Pertemuan Dokter Spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorokan) dan Ilmiah Nasional THT ke-11 di Kota Medan di JW Marriott Hotel Medan, Kamis (21/10), diharapkan menjadi inspirasi dokter Sp.THT dalam mengembangkan skill dan knowledge dalam melayani pasien.

“Acara kongres ini pertama sekali memang diadakan di Medan sekitar tahun 80-an dan sejarah ini kita ulang lagi di kota Medan. Kita berharap acara ini bisa menjadi inspirasi spesialis-spesialis THT yang baru nanti untuk bisa mengembangkan skill dan knowledge-nya,” kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan dr Wijaya Juwarna, SpTHT-KL, di sela-sela kongres tersebut.

Ia menyebutkan, saat ini perkembangan THT adalah bagaimana menangani Covid-19 dibidang THT dan perkembangan teknologi dalam operasi-operasi THT tentunya dengan adanya teori-teori baru.

Apalagi sebutnya jumlah penderita THT di Kota Medan berada di posisi 10 besar, karena THT ini terkait infeksi saluran pernafasan atas (ISPA).

“Kalau penyakit THT terkait Covid-19 tentunya ada temuan gejala seperti telinga berdengung, Indra perasa berkurang dan bahkan hilang,” kata Wijaya.

Dr. Wijaya Juwarna, yang juga Ketua Perhati-KL Cabang Sumut ini berharap, dengan adanya kongres ini semangat untuk menangani pasien di bidang THT ini lebih bagus, sehingga bisa mengundang vendor-vendor untuk meningkatkan kualitas teknologi dalam penangan pasien THT.

Hadir juga Ketua IDI Wilayah Sumut, dr. Ramlan Sitompul SpTHT-KL (K). Dia mengatakan, Kota Medan terpilih menjadi tuan rumah pada kegiatan ini merupakan prestasi dan berharap even seperti ini harus sering dilakukan oleh organisasi dibawah naungan IDI supaya dapat menambah ilmu pengetahuan para dokter-dokter spesialis.

“Sebenarnya dokter spesialis THT ini dididik standar namun yang menjadi persoalan adalah alat-alat pendukung profesi kedokteran,
kalau sejauh ini sangat sulit memperoleh alat kesehatan karena disamakan dengan barang mewah namun saat ini memang sudah ada kemudahan kita harapkan kesempatan ini bisa diambil oleh owner rumah sakit atau para pemerintah untuk mengadakan alat alat itu,” tegasnya.

Kuat dan Maju

Pada kesempatan yang sama, dr. Soekirman Soekin, Sp.THT-KL (K), M.Kes selaku Ketua Perhimpunan Ahli Ilmu Penyakit THT (PERHATI) se-Asean menyebutkan, kegiatan ini diikuti 10 negara Asean dan juga melibatkan undangan dari Asia, Amerika dan seluruh dunia.

Kegiatan yang digelar di Kota Medan ini, merupakan kesempatan untuk menunjukkan bahwa kita, negara Asean cukup kuat dan maju dalam bidang pengetahuan dan pengalaman.

Apalagi selama masa pandemi ini Indonesia, katanya, menjadi sorotan dunia. Ini juga menjadi hal positif bagi bidang THT karena sudah 2 tahun, pasien THT tidak ada yang ke negara lain. Sebab, THT di Indonesia dapat menangani kasus THT dengan baik.

“Termasuk Alkes THT, meskipun kita masa covid, anggaran dari pemerintah cukup baik seperti pembelian alat dan sarana-sarana kesehatan semua bisa ditangani dengan baik. Tadinya masyarakat cukup tinggi berobat THT ke luar negeri, namun saat ini tidak ada yang ke luar negeri bahkan terbukti tertangani dengan baik,” katanya.

Harapannya dengan kongres ini dokter THT dengan negara Asean dapat bergabung berkoordinasi untuk kemajuan bersama.

Sementara itu, Ketua spesialis PERHATI -KL Indonesia, Prof Jenny Bashiruddin, MD, ORL-HNS, PhD menyatakan, Kongres memiliki visi menyamaratakan semua spesialis THT di Indonesia.

“Masa sekarangkan patient safety (pelayanan), sehingga dokter THT di Indonesia mempunyai kesempatan yang sama untuk melayani pasien- pasien yang memerlukan pelayanan di daerahnya. Kalau dulu ke Penang, Singapura tapi sekarang rasanya sudah tidak ada lagi karena kita berusaha menyamakan atau menyamaratakan ahli-ahli THT di Indonesia,” tegasnya.

Dia mengatakan, pihaknya terus berusaha untuk menyediakan wadah agar daerah bisa membeli alat-alat kesehatan yang diperlukan salah satunya dengan membentuk koperasi. Bahkan juga berusaha agar alat-alat itu sudah masuk dalam daftar e-katalog .

Sementara itu, Ketua panitia, Prof Dr. dr. Farhat, M.Ked, Sp.T.H.K.L membeberkan Pertemuan ini adalah pertemuan spesialis THT yang berasal dari seluruh Asean dan Medan ditunjuk sebagai tuan rumah. Kegiatan ini juga digandengkan dengan kegiatan pertemuan ilmiah nasional.

Acara ini diadakan secara virtual terdaftar ada 1500 peserta terdiri dari dokter spesialis bukan hanya THT saja karena ada beberapa bahagian spesialis lain yang terkait dengan anak, patologi anatomi, radiologi, dan paru.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut, Prof Dr. dr. Delfitri Munir, Sp.T.H.T.K.L (K); dr Adelena Anwar, Sp.T.H.T.K.L; Prof Dr. dr. Farhat, M.Ked, Sp.T.H.K.L; Dr. dr. Devira Zahara, M.Ked, Sp.T.H.K.L (K); dr. Amran Simanjuntak, Sp.T.H.T.K.L (K) dan lainnya. (cbud)

  • Bagikan