Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Sumut Gelar Silaturahmi Kepemudaan

Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Sumut Gelar Silaturahmi Kepemudaan

  • Bagikan
KETUA Umum MUI Sumut, Dr H Maratua Simajuntak saat membukan kegiatan. Waspada/Anum Saskia
KETUA Umum MUI Sumut, Dr H Maratua Simajuntak saat membukan kegiatan. Waspada/Anum Saskia

MEDAN (Waspada): Komisi Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia(MUI) Sumatera Utara, menggelar silaturahmi kepemudaan, Sabtu (28/8).

Hadir Ketua Umum MUI Sumut,Dr.H.Maratua Simajuntak, Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah,H.T.Darmansyah, Ketua Bidang sekaligus panitia kegiatan,H.Abd.Rahim pembicara dalam kegiatan,Dr.H.Nispul Khoiri selaku Ketua PW ISNU Sumut dan WR III UINSU.

                                             

Dalam arahanya,Ketua Umum MUI Sumut, Dr H Maratua Simajuntak mengingatkan para pemuda agar bisa memanfaatkan waktu dengan baik, agar kelak menjadi sosok dewasa dan bertanggungjawab atas diri dan keluarganya. Selain itu diperlukan kematangan diri dalam berorganisasi sehingga, kehadiran organisasi akan bermanfaat bagi masyarakat.

Sebelumnya, Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah. T. Darmnsyah bersama Abd Rahim selaku ketua kegiatan menyebutkan, kegiatan ini diikuti puluhan pemuda dari berbagai organisasi.

Kegiatan ini, kata Darmansyah, sebagai upaya merajut dan melperkokoh kembali ukhuwah antar pemuda yang bernaung dalam berbagai organisasi di Sumut.

Selain itu,kata dia, kegiatan diharapkan bisa menumbuhkembangkan ukhuwah Islamiyah terutama di kalangan pemuda.

“Kegiatan akan kita lanjutkan dengan pengkaderan ukhuwah, dengan materi identifikasi masalah kepemudaan yang dinilai mulai menipis.”Merajut ikhuwah yang mulai menipis di kalangan pemuda sangat penting, dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan sebagai bingkai NKRI yang kita cintai,”pungkas Darmansyah.

Pembicara Dr.H.Nispul Khoiri dalam paparan makalahnya antara lain menjabarkan, kewajiban umat Islam, memelihara hubungan baik dengan Allah dan memelihara hubungan baik dengan sesama manusia.

“Maka sangat penting melakukan kewajiban keduanya terutama oleh pemuda yang pada dasarnya mampu menciptakan ide, gagasan yang memberi manfaat bagi orang lain. Sebab, pada perinsipnya kaum muda itu memiliki kemampuab berkomunikasi dengan masyarakat dan mampu mengajak untuk melakukan perubahan.

“Dengan begitu sangat diharapkan pemuda itu terutama yang bergabung dalam organisasi untuk hadir di tengah masyarakat sekaligus menjadi sosok yang mengamalkan ajaran Islam, mengajak orang lain berIslam secara integral dan memiliki solidaritas yang tinggi. Sehingga bisa meredam munculnya konflik akibat tidak dewasa dalam menghadapi perbedaan dan kemajemukan di tengah masyarakat,” ujarnya. (m22)


  • Bagikan