Komisi Pendidikan Pemuda Dan Kaderisasi MUISU Gelar Pelatihan Kepemimpinan

Komisi Pendidikan Pemuda Dan Kaderisasi MUISU Gelar Pelatihan Kepemimpinan

  • Bagikan

MEDAN(Waspada): Bidang/Komisi Pendidikan Pemuda dan Kaderisasi Majelis Ulama Indonesia Sumut, menggelar pelatihan kemampuan pemuda Islam dalam kepemimpinan di Hotel Grand Inna Medan berlangsung selama dua hari.

Acara turut dihadiri Ketua Umum MUI Sumut,Dr.H. Maratua Simajuntak serta pembicara, Dr.H.Amiruddin, Siahaan, MA. H.Farid Adnir, Lc.MA serta, Dr.(C) Zulkarnaen Sitanggang.

                                             

Pembicara, Prof.Dr.H.Hasan Bakti,MA,Senin(27/9) menyebutkan, tujuh karakter yang harus dimiliki pemuda muslim itu,1.Beriman. 2. Rajin beribadah. 3. Istiqamah dalam ber-Islam.4.Memiliki konsep masa depan.5.Peduli keberadaan Islam dan umat Islam.6.Memiliki kepeloporan, proaktif.7.Responsif terhadap perubahan.

Hasan Bakti menjelaskan, syarat pertama pemuda Islam ialah beriman atau seorang muslim, sebagaimana digambarkan Alquran surat AlKahfi: 13, yang artinya:

“Sesungguhnya mereka adalah pemuda yang beriman,(innahum fityatun amnuw).Keimanan yang sempurna menurut Ahlussunnah harus memiliki 3 unsur, yaitu keyakinan kuat dalam hati (tashdiq), pernyataan verbal (iqrar) dan tindakan nyata (a’mal). Namun jika dua unsur saja (tashdiq dan iqrar) sudah disebut beriman, beda dengan aliran Khawarij harus ketiganya sekaligus. Sedang bagi aliran Murji’ah cukup keyakinan dalam hati (tashdiq bi al-qalb).

Demikian pula tentang istiqamah. Dimana, dalam ber-Islam, sangat perlu istiqomah, sehingga tidak mudah terombang-ambing dalam menjalani kehidupan. “Sifat istiqamah ini mendapat Alquran sehingga disebut beberapa kali.

Seperti surat Hud/: 112-113, yang artinya: “Maka tetaplah engkau Muhammad di jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan juga orang-orang yanag bertaubat bersamamu..”(fastaqim kama umirta waman ma’aka…)….dan janganlah kamu cenderung kepada orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, sedangkan kamu tidak mempunyai seorang penolong pun selain Allah, sehingga kamu tidak akan diberi pertolongan”.

Hasan Bakti juga menyebutkan, secara fisik pemuda masih kuat sehingga mudah melakukan apa saja.

Secara psikis pemuda juga memiliki daya tahan dibanding yang tua, tinggal lagi bagaimana memanejnya sehingga tidak salah dalam menggunakan.

“Secara sosiologis pemuda era modern memiliki jaringan antar sesama. Hal ini menjadi potensi penyatuan pandangan para pemuda Islam, sehingga menjadi sebuah kekuatan bagi kehidupan mereka ke arah yang lebih baik,” ungkapnya.

Penguatan


Hal penting, sambung Hasan Bakti, adalah penguatan perencanaan hidup, ke arah mana hidup ideal diarahkan. Perencanaan perlu, karena gagal berencana sama dengan merencanakan kegagalan (fail to plan, plan to fail).

Penguatan jaringan sebagai media kerjasama. Kerjasama yang sinerjis dengan berbagai pihak menjadi kata kunci kesuksesan di era modern.

Pepatah Etiopia mengatakan: “Kumpulan sarang laba-laba akan bisa menjerat seekor singa”. Ali bin Abi Thalib mengatakan: “Kebenaran yang tidak terorganisir dapat dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir,” pungkasnya.(m22)

Waspada/ist
Panitia kegiatan bersama Ketua Umum MUI Sumut,Dr.H.Maratua Simajuntak peserta berpoto bersama.

  • Bagikan