Waspada
Waspada » KLB Partai Demokat Peristiwa Biasa
Medan

KLB Partai Demokat Peristiwa Biasa

KETUA Umum DPP Nusantara Bangkit, Ivan Purba (tengah) memberikan keterangan pers. Dia berpendapat, Kongres Luar Biasa (KLB) Partao Demokrat yang digelar di Deli Serdang merupakan peristiwa biasa. Waspada/Partono Budy
KETUA Umum DPP Nusantara Bangkit, Ivan Purba (tengah) memberikan keterangan pers. Dia berpendapat, Kongres Luar Biasa (KLB) Partao Demokrat yang digelar di Deli Serdang merupakan peristiwa biasa. Waspada/Partono Budy

MEDAN (Waspada): Ketua Umum DPP Nusantara Bangkit, Ivan Purba mengatakan, Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang digelar di sebuah hotel di Sibolangit, Deli Serdang, merupakan peristiwa biasa.

“Dinamika yang terjadi di Partai Demokrat dianggap adalah hal yang biasa, dan hampir semua partai politik pernah menggelar KLB,” kata Ivan dalam temu pers di Medan, Sabtu (5/3).

Dia merespon KLB Demokrat yang diwarnai prokontra antara pihak yang mendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Moeldoko, yang akhirnya terpilih menjadi ketua umum DPP Demokrat.

Hadir dalam pertemuan itu, Sekretaris Jendral DPP Nusantara Bangkit Jhon Piter Simanjuntak, Bendahara Umum Ricky Rafael, Ketua DPD Sumut, Iqbal, Ketua DPD Provinsi Riau, Edison Siaahan, Ketua DPC Medan Sapitra dan pengurus DPD Sumut Maju Dolok.

Menurut Ivan, dalam peristiwa KLB diketahui ada pro dan kontra, tapi pihaknya melihat ini hal yang biasa, karena hampir semua partai pernah KLB, dan ada konflik.

“Kami percaya, dengan kearifan dan bijaksana ini akan dapat diselesaikan dengan baik. Saya juga percaya dalam proses ini, semoga nantinya akan ada titik temu. Bahkan kami bukan mencampuri partai Demokrat melainkan ini merupakan inti dari dukungan sepenuhnya kepada Pak Moeldoko,” tandasnya.

Dukungan

Setelah terpilih jadi Ketua DPP Demokrat hasil KLB, Ivan mengatakan, pihaknya memberikan dukungan kepada Moeldoko bahkan memintanya untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden pada Pemilu 2024 mendatang.

“Tapi saya tegaskan dukungan kepada Moeldoko bukan karena KLB Demokrat. Seaandainya tidak ada KLB, visi kami sebelumnya sejak mendirikan Nusantara Bangkit ini adalah mendukung beliau nyampres di 2024,” ujar Ivan.

Alasan memilih Moeldoko bahkan sudah disampaikan sebelum pilpres 2019. “Ini karena Moeldoko dinilai cocok memimpin Indonesia. Ini dapat dilihat tegasnya dari trade record yang tidak memiliki citra negatif,” sebutnya.

Mengenai kapasitas dan kemampuan, Ivan menilai tidak ada yang perlu diragukan dari Moeldoko yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina Nusantara Bangkit.

“Beliau itu peraih penghargaan Adimakayasa. Jadi tidak ada yang perlu diragukan lagi, peraih Adimakayasa ini hanya 3 orang, tidak banyak, jadi tidak diragukan lagi,” paparnya.

Diketahui Nusantara Bangkit merupakan salah satu organisasi yang ikut memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 lalu.  (cpb)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2